SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 28 November 2014
BS logo

Keluarga Korban Penembakan Tolak Wakapolda Papua
Jumat, 3 Mei 2013 | 12:58

Wakil Ketua DPR Papua Barat, Demianus Jimy Ijie tampak sedang melihat kondisi ibu Salomina Klaivin, Jumat (3/5) pagi korban penembakan diduga dilakukan aparat keamanan di RS Sele Be Solo [SP/Robert Isidorus Vanwi] Wakil Ketua DPR Papua Barat, Demianus Jimy Ijie tampak sedang melihat kondisi ibu Salomina Klaivin, Jumat (3/5) pagi korban penembakan diduga dilakukan aparat keamanan di RS Sele Be Solo [SP/Robert Isidorus Vanwi]

[SORONG] Keluarga korban tewas diduga kena tembakan aparat menolak kedatangan Wakapolda Papua Brigjend Paulus Waterpauw untuk berkunjung ke rumah duka. Aparat pun belum melakukan  olah perkara di TKP di Kelurahan Aimas, Kabupaten Sorong Papua Barat.  TKP tersebut berada sekitar 16 kilometer dari Kota Sorong.

Hal ini dipicu kejadian hari Rabu (1/5) dinihari. Kejadian diawali adanya kelompok   oposisi dipimpin oleh Isak Kalaibin, dengan sekitar 100 anggotanya, berencana mengibarkan bendera Bintang Kejora,  pada 1 Mei  yang  dimana pada hari tersebut  merupakan 50 tahun Irian Barat ke NKRI. Aksi  pengibaran yang direncanakan  pukul  02.00 WIT dinihari itu,  tercium oleh aparat Polisi hendak  bernegosiasi dan mengimbau masyarakat agar tak mengibarkan bendera. 

Namun,  saat tiba di lokasi kejadian,  tiba-tiba  mobil Avanza dengan nomor polisi BK 129 GW, yang ditumpangi Wakapolres   dan beberapa  mobil aparat lainnya, diserang mengakibatkan satu anggota TNI Sorong terluka di bagian kepala belakang. Selain itu, kaca belakang serta kaca samping  mobil Wakapolres rusak. Karena situasi masa sudah anarkis, maka aparat mengeluarkan tembakan peringatan. Esok paginya kematian dua simpatisan tersebar begitu cepat. 

Wakapolda Papua  kepada wartawan di  Polres Aimas, menegaska aparat kepolisian tidak  bisa masuk ke TKP. “Kita belum bisa kesana untuk mencari rangkaian bukti-bukti  mengapa sampai terjadi. Jadi kita tidak bisa katakana kedua orang tersebut kena tembakan, kita tidak bisa katakan dia terkena benda tajam. Kalau kita belum melakukan prose itu. Ini yang coba kita lakukan komunikasi hari ini, mala mini hingga besok. Paling  bidak bisa masuk ke TKP, ”ujarnya.   

Kata Wakapolda seorang  dari mereka telah dimakamkan dengan berpakaian loreng dan simbol-simbol Papua Merdeka. “Mengarah kesitu tapi saya pikir itu harus melalui olah TKP, ”ujarnya. 

Disinggung kapan akan masuk ke TKP ? “Ya itu tergantung dari pihak keluarga mereka agar kita dapat melakukan olah TKP dengan benar ,“ujarnya. Kata dia, disini ada 2 rangkaian kejadian dimana ada, 50  tahun  masuknya  Irian Barat ke NKRI disatu pihak mengatakan ini merupakan  Hari Aneksasi. “Jadi artinya kita bisa jawab sama-sama itu soal rangkaian ini,”ujarnya.

Ia mengaku belum  ada yang ditahan dalam kasus ini.  Lanjutnya,  bila ada pihak yang lakukan kekerasan kepada anggota, masa dibiarkan. “Kita ini alat negara, kepolisian yang diberikan kekuatan hukum untuk melakukan proses penegakan hukum itu sendiri. Kalau alat hukumnya sudah lemah mau jadi apa negara ini. Jawabannya begitukan,”ujarnya. Lanjutnya, jadi tidak bisa kita mengklaim pihak-pihak yang menggan alat  negara ini. “Itu tidak bisa,”ujarnya. 

Dalam kejadian tersebut  warga  meninggal dunia diduga karena tertembak yakni  Abner Malagawak  (22) tertembak di bagian ketiak kiri tembus kanan dan  Thomas Blesia (28) tewas tertembak di kepala bagian belakang tembus depan kepala. Korban luka  yaitu 
Salomina Klaivin (37) tertembak di perut, paha bagian dan  lengan kanan, Herman Lokden (18)  luka  tembak di betis kanan,  dan Andreas Sapisa (32) luka tembak di bagian ibu jari kaki kanan.

Sementara itu   Wakil Ketua  DPR Papua  Papua Barat, Demianus  Jimy Idjie  kepada SP mengaku sudah ke keluarga korban dan melihat mereka.  “Mereka juga bercerita kepada saya tentang kasus ini. Paling penting mereka melihat siapa yang lakukan penembakan,”ujarnya. Disinggung SP  siapa yang lakukan penembakan. “Oh itu  akan saya ceritakan kepada Wakapolda Papua,”ujarnya singkat. [154/J-11]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!