SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 19 Desember 2014
BS logo

Kenaikan Harga Cabai Picu Inflasi di Solo
Rabu, 6 Februari 2013 | 11:29

Cabai di jual di pasar [antara] Cabai di jual di pasar [antara]

[SOLO] Inflasi di Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) pada bulan Januari 2013 mengalami kenaikan tajam dari perkiraan sebelumnya. Komoditas bahan pangan dan sayuran terutama cabai rawit dinilai sebagai penyebab meroketnya inflasi. Padahal Solo, selama ini dikenal sebagai kota yang memiliki laju inflasi terendah dengan tim pengendali yang mumpuni sehingga tahun lalu diberi penghargaan dari presiden.  

Bulan Januari, tercatat angka inflasi mencapai 1,33%, atau berada di atas inflasi nasional maupun inflasi Provinsi Jateng, sebuah keadaan yang jarang terjadi sebelumnya. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Solo pada awal 2013, sebelumnya memperkirakan inflasi di Januari hanya 0,56%.  

“Terjadi kenaikan yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya 0,22%. Angka 1,33% ini hampir sama dengan kondisi menjelang Lebaran tahun 2011 silam,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Solo, Toto Desanto, Selasa (4/2).  

Toto mengatakan, tingginya inflasi awal tahun ini harus menjadi perhatian. Apalagi inflasi Januari ini belum termasuk memperhitungkan dampak kenaikan tarif tenaga listrik (TDL) yang sudah mulai diberlakukan. Menurut Toto, biasanya di awal tahun inflasi lebih terkendali.  

Menurut Toto, BPS melakukan survei terhadap 129 komoditas. Hasilnya, 100 komoditas mengalami kenaikan harga. Artinya hanya 29 komoditas yang mengalami penurunan harga. 

Toto mengatakan kenaikan harga mayoritas adalah bahan pangan dengan lima komoditas sebagai penyumbang inflasi terbesar yakni cabai rawit, beras, telur ayam ras, jeruk dan bawang putih.  

Data BPS menyebutkan bulan Januari 2013, cabai rawit mengalami perubahan harga hingga 70,27%. Kenaikan harga tersebut memberikan sumbangan inflasi 0,21%. “Cabai rawit karena pengaruh hujan membuat panen di daerah hulu (penghasil) kurang bagus, sehingga pasokannya berkurang,” kata Toto Desanto. [IMR]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!