SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 31 Oktober 2014
BS logo

Melalui P4GN, Indonesia Diharapkan Bebas Narkoba
Selasa, 7 Mei 2013 | 10:33

Kepala BNN Komjen Anang Iskandar [antara] Kepala BNN Komjen Anang Iskandar [antara]

[JAKARTA] Rapat Koordinasi Implementasi Kebijakan dan Strategi Nasional Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) digelar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

Dalam acara yang dilaksanakan di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (7/5) tersebut, P4GN kali ini menekankan supaya Indonesia bebas dari narkoba. Pasalnya saat ini, Indonesia sudah tidak lagi menjadi negara transit narkoba, tetapi saat ini sudah menjadi pasar dari narkoba.

"Perkembangan narkotika di Indonesia memasuki kategori lampu kuning. Sudah sekitar 14 zat baru telah ditemukan oleh BNN di Indonesia saat ini sehingga perlu langkah positif dan pro aktif dari berbagai instansi dan masyarakat," ujar Kepala BNN Anang Iskandar dalam sambutannya di Rakornas P4GN, Selasa (6/5).

Dijelaskan Anang, Indonesia saat ini generasi bangsanya sudah terancam kelangsungannya akibat narkoba yang marak ini. Berdasarkan data dari BNN, sebanyak 4 juta orang di Indonesia menjadi korban penyalahgunaan narkoba atau sekitar 2,2 persen dari penduduk Indonesia.

"Sekitar 18.000 orang yang dapat direhab oleh pemerintah dan swasta karena kurang tempat rehabilitasi," kata Anang.

Menurut Anang, jika tempat rehabilitasi memadai, maka para korban penyalahgunaan narkoba bisa direhabilitasi secara bersamaan. Dengan demikian apabila barang haram tersebut tidak ada yang mengkonsumsi, maka dengan sendirinya pasar narkoba pun akan mati.

"Tahun 2010, sekitar Rp41 triliun kerugian negara yang terdiri dari biaya privat dan sosial akibat peredaran dan penyalahgunaan narkoba ini," katanya. [DMP]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!