SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 26 November 2014
BS logo

Napi Tanjung Gusta Medan Bentrokan, Satu Kritis
Jumat, 26 April 2013 | 18:32

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tanjung Gusta Medan, Sumatera Utara (Sumut). [hariansumutpos.com] Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tanjung Gusta Medan, Sumatera Utara (Sumut). [hariansumutpos.com]

[MEDAN] Puluhan narapidana (napi) terlibat bentrokan di dalam areal Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tanjung Gusta Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (26/4).  

Akibat bentrokan itu,  tiga  napi mengalami luka-luka, seorang di antaranya kritis akibat kena tikam.

Korban kritis itu adalah Alexen Sander alias Cemy (32). Ia mengalami luka di bagian perut. Napi yang terkait kasus narkoba ini terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Bina Kasih Medan.  

Dua napi lainnya, Mahdiansyah dan Beben, hanya mengalami luka ringan, dan sudah mendapatkan pengobatan.

Rikson Manurung (42), salah seorang yang bertugas sebagai tukang antar makanan ke Lapas itu menyampaikan, antarsesama napi itu bentrokan dengan menggunakan balok.  

Bahkan, napi yang berlumuran darah dilaporkan akibat ditikam. Sesama napi terlibat bentrokan di lapangan.

"Mereka yang terlibat saling kejar dan pukul itu ada sekitar 20 orang. Saat kejadian, saya sedang berada di dalam lapas. Pertikaian itu melibatkan antarblok di dalam Lapas. Bentrokan itu lebih dari sepuluh menit. Motif dari bentrokan gara - gara hutang," ujar Manurung.

Kepala Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan, Ajub Suratman menyatakan, tidak ada napi yang menggunakan senjata tajam saat terjadinya bentrokan. Namun, dia tidak menampik napi menggunakan gagang sikat gigi yang ditajamkan, dipergunakan sebagai senjata.

"Ini dipicu masalah hutang piutang. Roy Tarigan menganiaya Asiong karena tidak membayar hutang Rp 400 ribu. Roy merupakan penghuni Blok C dan Asiong penghuni Blok B. Asiong kemudian melaporkan kejadian penganiayaan itu kepada rekannya, Supryanto," katanya.

Supryanto kemudian melakukan pembalasan ketika napi dari kedua blok itu berada di lapangan. Petugas Lapas pun sempat dibuat heboh akibat dari bentrokan tersebut. Napi yang terlibat bentrokan akhirnya dapat dilerai. Korban yang terluka parah dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumut Budi Sulaksana menyampaikan, empat orang napi langsung dipindahkan ke Lapas Siantar. Bahkan, jam besuk utk keluarga tahanan ditiadakan. Upaya ini dilakukan Kanwil untuk mengantisipasi bentrokan susulan. [155]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!