SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Oktober 2014
BS logo

Pelayanan Buruk, Tarif Tol Tetap Naik Per 11 Oktober
Sabtu, 5 Oktober 2013 | 7:57

Kondisi lalu lintas di Tol Dalam Kota yang macet pada sore ini (Foto: SP/Alex Suban) Kondisi lalu lintas di Tol Dalam Kota yang macet pada sore ini (Foto: SP/Alex Suban)

[JAKARTA] Ibarat anjing menggonggong kafila tetap berlalu, pemerintah tetap akan memberlakukan penyesuaian tarif atau kenaikan 13 ruas tol pada 11 Oktober 2013.

Padahal pelayanan tol selama ini sangat jauh dari memuaskan. Berkendara di tol bukannya memberikan kenyamanan, tetapi malah memberikan ketidakpastian, kecemasan, dan kemacetan yang tiada tara.

Ironisnya, ketika tol macet, petugas masih saja membuka pintu tol dan membiarkan kendaraan masuk dan menumpuk di jalan tol.

Akibatnya, tol sebagai jalan bebas hambatan berubah fungsi menjadi tempat parkir terpanjang di Jakarta.

Pemerintah cuek atas fakta-fakta tersebut. Malah pemerintah mengatakan, penyesuaian berlaku setelah seluruh ruas tersebut dinilai telah memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Standar yang mana?

Kepala Pusat Komunikasi Publik (Puskompu), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Danis H Sumadilaga, dalam acara konferensi pers di kantornya, Jumat (4/10), mengatakan, penyesuaian tarif didasarkan laju inflasi pada masing-masing wilayah yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) yang kurun dua tahun terakhir berkisar 12-16 persen.

Ruas tol yang mengalami penyesuaian yaitu ruas Jakarta-Bogor-Ciawi, Jakarta-Tangerang, Surabaya-Gempol, Padalarang-Cileunyi, Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Semarang Seksi A, B, C, Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami, Palimanan-Kanci, Lingkar Luar Jakarta, Cikampek-Purwakarta-Padalarang, Tangerang-Merak, Pondok Aren-Serpong serta Ujung Pandang Seksi I dan II.

Danis mengatakan, Menteri PU, Djoko Kirmanto, telah menandatangani Surat Keputusan (SK) penyesuaian tarif 13 ruas tol tersebut pada 4 Oktober 2013 dan akan berlaku satu minggu setelahnya.

“Selanjutnya Badan Usaha Jalan Tol diwajibkan melaksanakan sosialisasi penyesuaian tarif tol yang mencakup antara lain besarnya tarif tol sesuai asal tujuan dan jenis golongan kendaraan dalam waktu tujuh hari,”ungkap Danis.   

Selain memberlakukan, penyesuaian tarif terhadap 13 ruas tol, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) juga menunda penyesuaian tarif tol untuk ruas Cawang-Tomang-Cengkareng.

Ruas sepanjang 50,6 Kilometer tersebut ditunda karena berdasarkan evaluasi yang dilakukan BPJT dinilai belum memenuhi SPM untuk aspek penerangan jalan. [E-8] 


Tabel Penyesuaian Tarif 13 Ruas Tol :

1. Jakarta-Bogor-Ciawi, 59 KM   menjadi Rp 8.000

2. Surabaya-Gempol, 49 KM  menjadi  Rp 4.000 

3. Padalarang-Cileunyi,  64,4 KM  menjadi Rp 8.000

4. Belawan-Medan-Tanjung Morawa,  42,7 KM  menjadi Rp 6.500

5. Semarang Seksi A, B, C, 24,75 KM  tetap Rp 2.000 -

6. Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami 5,55 KM  tetap 2.500 -

7. Palimanan-Kanci 26,3 KM  menjadi Rp 10.000

8. Lingkar Luar Jakarta 45,37 KM menjadi  Rp 8.500

9. Cikampek-Purwakarta-Padalarang 58,5 KM menjadi Rp 34.000

10. Tangerang-Merak   menjadi Rp 36.000

11. Pondok Aren-Serpong menjadi Rp 5.000 

12. Ujung Pandang Seksi I dan II menjadi Rp 3.000 

13. Jakarta-Tangerang 33 KM  menjadi Rp 6.000 11.11%    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!