SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 30 September 2014

Pengerjaan Tol Batang-Semarang Dilanjutkan
Rabu, 31 Oktober 2012 | 19:05

Jalan tol [google] Jalan tol [google]

[JAKARTA]  Proses pengerjaan tol Batang-Semarang akan dilanjutkan menyusul adanya dukungan pendanaan dari perbankan.

Proyek senilai Rp 7,22 triliun tersebut sempat terhenti sejak Juni 2011 lantaran investor kesulitan pendanaan.  

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Ghazali menyatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan dari pemilik konsesi jalan tol Batang-Semarang, PT Marga Setia Puritama, mengenai dukungan pendanaan dari perbankan untuk proyek tersebut.

Namun, hingga kini laporan resmi berupa surat dukungan belum diterima.  

"Kami sedang menunggu bukti adanya dukungan perbankan itu. Mudah-mudahan bukti itu bisa kami terima pada pekan ini juga," ujar Gani di Jakarta Rabu (31/10).    

Menurut dia, bukti dukungan dari perbankan tersebut diperlukan agar perusahaan tersebut dapat dinilai layak secara finansial untuk membangun proyek jalan tol sepanjang 75 kilometer. Adapun kebutuhan dana membangun proyek itu mencapai Rp 7,22 triliun untuk konstruksi, sedangkan pembebasan lahan membutuhkan dana sekitar Rp 836 miliar.  

Gani menambahkan, apabila ada investor yang masuk guna memperkuat permodalan dan pendanaan, itu akan lebih baik karena meningkatkan kelayakan dan kemampuan finansial pengerjaan proyek jalan bebas hambatan tersebut.

"Jasa Marga memang berminat, tapi masih melakukan kajian dulu sebelum memutuskan. Tapi saya rasa ruas ini akan tetap jalan," tambahnya.  

Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Adityawarman sebelumnya mengungkapkan,  pihaknya berminat untuk mengakuisisi kepemilikan saham PT Bakrie Toll Road yang menjadi salah satu investor proyek tol Batang-Semarang.

Namun, saat ini pihaknya masih menghitung keseluruhan nilai saham tersebut dan mengkaji dari berbagai aspek. “Kami menargetkan dapat mengakuisisi 60% saham Bakrie,” tandas dia.  

Adityawarman menambahkan, jasa marga berpeluang mengakuisisi saham lebih dari 60% apabila proyek jalan tol tersebut masih cukup bagus. Namun, ia memastikan tidak akan mengakuisisi proyek lebih dari 90%.

"Karena itu, kami masih terus melakukan pendekatan agar tahu kondisi keuangan terakhir dan perhitungan bisnis yang paling tepat," kata dia.

Sementara itu, Kepala Subdit Pembebasan Lahan Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Herry Marzuki mengatakan, pembebasan lahan tol Batang-Semarang baru 3,34% dari 75 kilometer karena investor mengalami kekurangan dana.

Untuk pembebasan lahan dibutuhkan dana Rp 565 miliar dengan total investasi Rp 7,22 triliun.

“Pembebasan lahan ini sudah berhenti sejak juni 2011 lalau. Tim pembebaan tanah (TPT) juga sudah tidak bekerja lagi sejak saat itu,” ungkapnya.




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!