SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 31 Oktober 2014
BS logo

Solar Kembali Langka di Sumsel
Minggu, 25 November 2012 | 19:32

Ilustrasi kelangkaan solar [google] Ilustrasi kelangkaan solar [google]


[PALEMBANG] Warga Sumatera Selatan (Sumsel) khususnya Palembang pemilik kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar minyak jenis solar, beberapa hari terakhir mulai sulit memperoleh bahan bakar tersebut untuk operasional sehari-hari dan kegiatan bisnis.

Pantauan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Palembang, pada akhir pekan lalu, tampak stok bahan bakar minyak (BBM) jenis solar lebih cepat habis dari beberapa hari sebelumnya.

Beberapa SPBU yang mengalami kehabisan stok lebih cepat dari biasanya seperti di kawasan Jalan Lemabang sekitar pabrik PT Pusri, Bay Salim Sekip depan percetakan Rambang dan SPBU simpang bandar udara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
Salah satu SPBU yang mengalami "serbuan" pembeli solar yakni SPBU Bay Salim Sekip.

Pada SPBU tersebut terjadi antrean kendaraan bermotor roda empat baik milik pribadi maupun komersil seperti jenis truk yang akan membeli bahan bakar minyak jenis solar.

Antrean kendaraan yang akan melakukan pengisian BBM jenis solar tampak hingga keluar area SPBU sehingga mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas di jalan menuju ke tempat penjualan bahan bakar itu.

Salah seorang warga pengguna BBM jenis solar Raniyus di sela-sela antrean di SPBU mengatakan, beberapa hari terakhir SPBU yang menjual solar sering kehabisan stok.

Untuk mendapatkan solar, pemilik kendaraan berupaya mencari SPBU yang masih memiliki stok, ketika mendapatkan informasi di SPBU depan percetakan rambang ini masih tersedia cukup banyak stok langsung ke sini walaupun harus antrean panjang, kata dia.
Masalah sulitnya mendapatkan BBM jenis solar ini sudah sering terjadi, namun sepertinya tidak pernah ada solusi yang tepat.

Diharapkan pemerintah dan pihak Pertamina segera membuat sebuah kebijakan tentang distribusi dan penggunaan BBM yang tepat sehingga jangan sampai masalah kesulitan mendapatkan bahan bakar tersebut berkembang sehingga menimbulkan masalah sosial yang serius baru diambil langkah penyelesaiannya, kata warga menambahkan.(133)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!