SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Oktober 2014
BS logo

Pemerintah Sengaja Batasi Solar Subsidi

Stok Solar Bersubsidi Menipis, Puluhan Kendaraan Truk Antre di SPBU
Jumat, 12 April 2013 | 5:38

Ilustrasi antrean truk di Pelabuhan Merak [google] Ilustrasi antrean truk di Pelabuhan Merak [google]

[CILEGON] Puluhan kendaraan truk yang mengangkut barang,  dan hendak menyeberang ke Pulau Sumatera dan  kendaraan truk yang datang dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, antre di beberapa SPBU yang ada di Cikuasa Atas, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Kamis (11/4).

Kendaraan tersebut tidak bisa melanjutkan perjalanannya, karena sudah kehabisan bahan bakar solar.

Berdasarkan pantuan, sebagian besar kendaraan  yang antre di SPBU tersebut adalah kendaraan truk yang mengangkut sepeda motor, bawang, klontong dan sebagainya.

Sejumlah SPBU yang kehabisan bahan bakar solar bersubsidi yakni SPBU 34-42408 di Jalan Cikuasa Atas, karena Pertamina belum melakukan pendistribusin solar ke SPBU tersebut.

Hal serupa juga terjadi di SPBU 34-42409 yang berjarak sekitar 500 meter dari SPBU 34-42408. Kendati di SPBU tersebut telah terpasang pemberitahuan solar habis, namun sejumlah kendaraan truk tetap mengantre, sambil menunggu mobil pengisi BBM datang.

Para sopir juga terlihat menunggu sambil duduk-duduk di area SPBU. Herman, salah satu pengemudi truk, yang hendak ke Jakarta  mengungkapkan, dirinya sering mengalami kesulitan mengisi solar bersubsidi untuk kendaraannya di berbagai tempat.

"Sekarang mendapatkan solar susah. Kehabisan stok solar di SPBU sudah kami alami  ketika berangkat dari Sumatera. Kami hendak mengisi solar di Lampung, namun stoknya habis.  Untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta, saya harus sabar mengantre,” ujarnya.

Herman menuturkan, dirinya sempat berencana membeli solar nonsubsidi. Namun, setelah dihitung maka pengeluaran untuk membeli bahan bakar naik, sehingga niat untuk membeli solar nonsubsidi itu dibatalkan.

"Kami terpaksa bertahan di sini sambil menunggu adanya solar bersubsidi. Sebab uang yang diberikan pengusaha untuk bahan bakar, hanya cukup untuk membeli solar bersubsidi," jelasnya.

Sementara itu, pengawas SPBU 34-42408, Adon mengatakan, antrean truk untuk mendapatkan solar terjadi sejak Kamis (11/4) dinihari atau sekitar pukul 01.00 WIB.

Kelangkaan solar terjadi akibat adanya peraturan baru yang dikeluarkan pemerintah sejak Sabtu (6/4) yaitu pembatasan distribusi solar subsidi ke SPBU.  [149]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!