SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 28 November 2014
BS logo

Surat Suara Pilkada Sumba Barat Daya Dihitung Ulang di Mapolres
Kamis, 12 September 2013 | 23:04

Kapolres Sumba Barat AKBP Lilik Apriyanto. [SP/Marthin Brahmanto] Kapolres Sumba Barat AKBP Lilik Apriyanto. [SP/Marthin Brahmanto]

[WAIKABUBAK] Mahkamah Konstitusi (MK) sudah menjatuhkan putusan terkait gugatan hasil Pilkada Sumba Barat Daya (SBD) pada 29 Agustus 2013. 

MK menetapkan pasangan nomor 3 Markus Dairo Talu-Ndara Tanggu Kaha sebagai pemenang dalam Pilkada SBD ini.

Namun pelanggaran dan kecurangan hasil Pilkada tersebut ternyata masih diproses oleh aparat kepolisian.  Hari ini, Kamis (12/9) di Mapolres Sumba Barat sedang berlangsung pembukaan 144 kotak suara serta penghitungan ulang surat suara Pilkada SBD.

Penghitungan surat suara ini terkait dengan penyidikan tindak pidana Pemilu dalam Pilkada SBD.

Selain menggugat ke MK, pasangan nomor 2 Kornelius Kodi Mete-Daud Lende Umbu Moto juga melaporkan ke Panwaslu tentang dugaan kecurangan pascaputusan pleno KPUD SBD tentang hasil rekapitulasi dan penetapan bupati dan wakil bupati terpilih.

Mendapat laporan tersebut Panwaslu kemudian memprosesnya dan kemudian melimpahkan ke penyidik Polri. 

"Penghitungan ini adalah untuk kepentingan penyidikan dugaan pidana pemilihan Bupati Sumba Barat Daya," kata Kapolres Sumba Barat AKBP Lilik Apriyanto di kantornya di Waikabubak Kamis (12/9).

Sekadar informasi, dugaan pelanggaran pidana pilkada Sumba Barat Daya memang ditangani Polres Sumba Barat lantaran Sumba Barat Daya merupakan daerah pemekaran yang belum memiliki  polres.

Lilik mengatakan bahwa apapun hasil penghitungan ini sama sekali tidak mempengaruhi hasil putusan MK. Jadi meskipun pihak terlapor seperti KPU, PPK dan KPPS terbukti bersalah dan diproses pidana, pasangan Markus-Ndara tetap sah untuk dilantik.

"Ibarat rel yang sama-sama berjalan ke depan tapi tidak pernah ketemu. Putusan MK terkait pelanggaran pelaksanaan pilkada, sedangkan polisi memproses dugaan pidana yang terjadi dalam pilkada," kata Lilik.

Dikatakan, jika ditemukan kecurangan dari hasil yang telah ditetapkan KPU, pihaknya akan melengkapi berkas dan segera melimpahkan kasus ini ke kejaksaan.

Sampai sejauh ini, sudah ada yang dijadikan tersangka dalam kasus ini dan kemungkinan akan bertambah jika dari hasil penghitungan ulang tersebut ditemukan penyimpangan.

Kasus ini bermula saat pasangan Kornelius-Daud yang merupakan incumbent menggugat adanya dugaan kecurangan yang dilakukan pasangan Markus-Ndara. Ya, dalam hasil pleno KPU setempat pasangan Markus dinyatakan sebagai pemenang.

Kornelius menduga terjadi kecurangan di Kecamatan Wawewa Barat dan Wawewa Tengah dan melaporkannya ke panwaslu.

Setelah dikaji, panwaslu menduga ada pelanggaran pidana. Mereka lantas melaporkannya ke pihak polisi hingga berujung pada penyitaan 144 kotak suara di dua kecamatan bermasalah pada 15 Agustus lalu.

Di sisi lain, Kornelius juga melaporkan dugaan kecurangan pilkada ke MK. Namun pada 29 Agustus MK memutuskan untuk  menolak gugatan Kornelius sehingga pasangan Markus-Ndara sebagai tetap keluar sebagai pemenang.

Meski begitu, dugaan pelanggaran pidana yang ditangani Polres Sumba Barat tetap berjalan. Setelah didalami, akhirnya polisi menetapkan sejumlah tersangka yakni  PPK Kecamatan Wawewa Barat dan  PPK Wawewa Tengah  lantaran ada ketidakcocokan data suara.

Selain itu polisi juga menetapkan beberapa KPPS Desa Tanggaba dan  KPPS Desa Marokot sebagai tersangka.

"Kami sudah mengantongi dua alat bukti kuat bahwa mereka bersalah. Nah penghitungan ulang di Mapolres ini untuk menguatkan bukti-bukti para tersangka," kata Kasatreskrim Polres Sumba Barat Iptu Iptu Syaiful Badawi

Berdasarkan pantauan SP, hingga malam ini proses penghitungan 144 kotak suara masih berlangsung dan berjalan aman. 
 
Kapolres Sumba Barat AKBP Lilik Apriyanto menambahkan suasana di Kabupaten SBD  dalam keadaan aman dan kondusif terkait penghitungan kembali isi kotak suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumba Barat Daya (SBD), di Mapolres Sumba Barat, Kamis (12/9).

"Situasi di SBD sampai saat ini  aman terkendali. Penghitungan isi kotak suara masih berlangsung sampai malam ini. Jika belum selesai akan dilanjutkan besok,” kata Lilik.

Sebelumnya , Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menetapkan pasangan calon Markus Dairo Talu, SH-Drs. Dara Tanggu Kaha (paket MDT-DT) sebagai Bupati dan Wakil Bupati SBD terpilih.

Pasangan MDT-DT ini sebagai jawara mendulang suara terbanyak, yakni 81.543 suara atau 47,62 persen dari total suara sah. 

MDT-DT unggul atas pasangan dr. Kornelius Kodi Mete-Drs. Daud Lende Umbu Moto (paket KONco OLE ATE) yang meraih 79.498 suara (46,43 persen) dan pasangan Jacob Malo Bulu, BSc-John Mila Mesa Geli, SE, MM (Paket Manis) dengan 10.179 suara (5,94 persen). [M-17]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!