SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Oktober 2014
BS logo

Yusril: KPU Gorontalo Salah Batalkan Adhan-Inrawanto
Selasa, 2 April 2013 | 17:24

Yusril Ihza Mahendra [google] Yusril Ihza Mahendra [google]

[GORONTALO] Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra menilai, keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gorontalo membatalkan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, Adhan Dambea-Inrawanto Hasan, sudah salah.

"Secara hukum, saya berani katakan bahwa KPU salah karena telah membatalkan Adhan dan Inrawanto, yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai pasangan calon yang sah," tukas Yusril, yang ditunjuk sebagai kuasa hukum Adhan-Inrawanto, di Gorontalo, Selasa (2/4).

Ia menjelaskan, KPU mengeluarkan keputusan pembatalan pasangan tersebut atas dasar putusan PTUN Manado, di mana KPU sebagai tergugat dan pasangan Adhan-Inrawanto sebagai tergugat intervensi.

Dalam putusan itu, PTUN mewajibkan KPU untuk mencabut SK penetapan keduanya sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gorontalo.

"KPU memang menerima putusan itu, tapi pak Adhan menyatakan banding. Ini berarti secara hukum dikatakan bahwa putusan PTUN tersebut belum memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht," katanya, saat orasi di depan ribuan massa Adhan-Inrawanto di Taman Kota Gorontalo.

Menurutnya, dalam peraturan KPU pasangan calon yang telah ditetapkan tidak bisa dibatalkan, kecuali atas perintah pengadilan dengan putusan yang berkekuatan hukum tetap.

Ia mengaku akan mempelajari kasus tersebut secara mendalam, sebelum mengajukan gugatan kepada Mahkamah Konstitusi (MK).

Selain menggugat ke MK, sebagai kuasa hukum Adhan-Inrawanto ia juga akan melanjutkan proses hukum banding yang diajukan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) di Makassar.

Menurutnya, ada dua isi gugatan atau petitum yang bisa diajukan pasangan tersebut, yakni menetapkan Adhan-Inrawanto sebagai pemenang atau melaksanakan pilkada ulang di Kota Gorontalo.

Sementara itu, Adhan yang menjabat sebagai Wali Kota Gorontalo mengaku tidak akan pasrah pada keputusan KPU, sehingga meminta Yusril sebagai kuasa hukumnya.

"Banyak pihak yang tidak percaya Yusril mau membela saya. Sekarang buktinya dia berada di sini dan bertemu dengan seluruh pendukung saya," ujarnya. [Ant/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!