SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Oktober 2014
BS logo

Belum Ada Tersangka Kasus Bea Cukai
Kamis, 21 Juni 2012 | 20:31

Gedung KPK [google] Gedung KPK [google]

[JAKARTA] Setelah memutuskan melimpahkan penyelidikan kasus yang melibatkan pegawai Bea Cukai Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta ke Mabes Polri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa belum ada tersangka dalam kasus yang melibatkan warga negara Amerika Serikat (AS) tersebut.

Menurut Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, tim penyelidik KPK tengah menuju Bareskrim Mabes Polri untuk melakukan gelar perkara terkait kasus tersebut. Sehingga, belum ada penetapan tersangka dan penyerahaan tujuh orang yang tertangkap tangan oleh KPK pada Rabu (20/6) lalu.

"Nanti pasti ada diskusi lebih lanjut di sana (Bareskrim), siapa yang jadi tersangka akan diputuskan bersama," kata Bambang di kantor KPK, Jakarta, Kamis (21/6) malam.

Walaupun KPK berharap pihak Mabes Polri sependapat dengan lembaganya, yaitu ada tindak pidana yang dilakukan oknum pegawai Bea Cukai berinisial W.

Bambang mengungkapkan bahwa KPK berpendapat bahwa pria asing berinisial An tersebut dan supirnya adalah korban.

Seperti diketahui, KPK akhirnya memutuskan melimpahkan kasus yang melibatkan W ke Mabes Polri.

Penyerahan dilakukan karena menganggap unsur korupsinya lebih lemah dibandingkan unsur tindak pidananya.

"Setelah melakukan pemeriksaan yang mendalam dan dari hasil keterangan serta pengakuan yang didapat dari tujuh orang terperiksa, KPK memutuskan untuk melimpahkan kasus W ini ke Mabes Porli," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, Kamis (21/6).

Menurut Johan, keputusan itu diambil setelah melakukan rapat dengan penyidik dari Mabes Polri. Di mana, dalam rapat tersebut disimpulkan bahwa unsur pidana korupsinya lebih lemah dan justru dugaan unsur pidana umum, penipuan, lebih kuat.

Johan memaparkan bahwa tim melihat kasus ini lebih kepada penipuan yang dilakukan oleh oknum swasta berinisial E.  Oknum E  mengatasnamakan institusi Bea Cukai untuk meminta sejumlah uang terkait pengurusan dokumen pengeluaran barang milik warga negara Amerika Serikat berinisial An.  

Kemudian, lanjut Johan, An yang tertipu oleh E. Untuk melancarkan aksinya E kemudian berhubungan dengan W selaku pegawai di Bea Cukai Bandara Soetta.

Awal Kasus


Kasus berawal dari tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap tujuh orang pada Rabu (20/6) sekitar pukul 18.00 WIB. Salah satu di antaranya teridentifikasi sebagai Kepala Subbagian Seksi Bea Cukai Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

"Sekitar pukul 18.00 WIB, tim penyidik KPK melakukan tangkap tangan di dua tempat berbeda. Pertama, di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, tepatnya di sebelah kanan bagian kargo. Kedua, di rest area 13 jalan tol Jakarta-Merak," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP di kantornya, Rabu (20/6) malam. [N-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!