SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 1 Oktober 2014
BS logo

Calon Hakim Agung Siap Masuk Neraka Jika Tak Jalankan Amanah
Rabu, 20 Juli 2011 | 14:49

Ilustrasi Ilustrasi

[JAKARTA] Salah satu calon hakim agung DR Mahdi Syahbandir menyatakan siap masuk neraka jika terpilih untuk jabatan tersebut.

"Jika saya terpilih (hakim agung), saya siap masuk kalau tidak menjalankan amanah," kata Syahbandir, saat mengikuti wawancara seleksi hakim agung tahap ketiga di Komisi Yudisial (KY) Jakarta, Rabu (20/7).

Hal ini diungkapkan Lektor Kepala Universitas Syiah Kuala Aceh ini saat menjawab pertanyaan dari pewancara mantan Hakim Konstitusi Abdul Mukti Fadjar.

Abdul Mukti Fadjar menanyakan bahwa konsekuensi hukum tertinggi ada di tangan Tuhan, jika anda tidak amanah apakah anda siap masuk neraka.

Pada hari pertama ini, KY menjadwalkan enam calon hakim agung, yakni DR H Syafrinaldi, DR H Taqwaddin, DR Mahdi Syahbandir, Muhammad Yamin Awie, I Putu Widya dan Made Rawa Aryawan.

Jadwal wawancara terbuka oleh KY ini jadwalkan mulai 20-29 Juli 2011.

Calon hakim agung ini harus menjawab semua pertanyaan dari seluruh komisioner KY ditambah dua orang ahli dari luar. "Untuk pekan pertama ini dua ahli adalah Mukti Fadjar dan Arief Sidhartha, sedangkan untuk pekan kedua Syafi'i Maarif dan Yahya Harahap," katanya.

Asep juga menjelaskan seleksi tahap ketiga ini adalah tes kesehatan dan integritas. sebelumnya KY juga melakukan investigasi secara terbuka pada 8 Juni hingga 12 Juli 2011.

"Tes kesehatan sudah dilaksanakan di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) dan hasilnya akan digabung dengan hasil wawancara ini," katanya.

Asep mengatakan bahwa dari 45 calon hakim agung ini akan dijaring sebanyak 30 orang untuk diserahkan ke DPR untuk dilakukan "fit and proper test" untuk memutuskan 10 orang yang final untuk dipilih sebagai hakim agung.

"Tapi kayaknya sulit memenuhi 30 orang untuk diserahkan ke DPR. Kalaupun kurang dari 30 akan tetap diserahkan ke DPR," kata Asep.

Pada saat ini Mahkamah Agung baru memiliki 50 hakim agung, untuk menjalankan sistem kamar yang akan diterapkan pada 2011 ini dibutuhkan 60 hakim agung. [Ant/L-9]


 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!