SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Oktober 2014
BS logo

Diduga Ada Konspirasi Di Balik Penangkapan Luthfi
Jumat, 1 Februari 2013 | 5:15

Ahmad Yani. [Antara] Ahmad Yani. [Antara]

[JAKARTA]  Anggota Komisi III DPR RI dari FPP, Ahmad Yani menduga ada konspirasi di balik penangkapan Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka kasus suap impor daging sapi.

"Ini saling sandera, uji-menguji. KPK jangan dijadikan instrumen politik. Kalau ini betul konspirasi betapa tidak bermoralnya bangsa ini," katanya di Senayan Jakarta, Kamis (31/1).

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangkap Presiden PKS Lutfi Hasan Ishag sebagai tersangka kasus suap impor daging sapi.

Lebih lanjut Yani menduga ada pihak yang memanfaatkan KPK untuk sengaja memperburuk citra partai menjelang pemilu 2014.

KPK, katanya, sengaja gencar mengejar partai politik untuk membuat citra partai semakin buruk.

"Saya tidak tahu, bisa saja sengaja dikejar untuk membusukkan (partai), bisa saja, jadi independen maju. PPP memantau kasus ini, kami berharap PKS dapat membantah dan menolak semua tudingan. Kalau memang ini rekayasa politik, saya berdiri di depan. Tapi kalau murni pemberantasan korupsi saya dukung," kata Yani.

Menurut Yani, KPK harus menjelaskan kepada publik apakah penangkapan Presiden PKS tersebut merupakan bagian dari proses penangkapan yang terjadi sebelumnya, atau merupakan proses pengembangan dari sejumlah nama yang ditangkap.

"Seharusnya orang yang tertangkap tanganlah yang boleh ditangkap langsung seperti itu. KPK harus menjelaskan, apalagi Luthfi ditangkap bukan pada waktu peristiwa tangkap tangan itu sendiri. Dia ditangkap di kantor partainya," kata Yani.

Pada bagian lain, Yani menduga ada upaya untuk menutupi kasus-kasus besar yang sedang menjadi perhatian publik selama ini. Di anatara kasus tersebut termasuk kasus Bank Century, kasus BLBI dan kasus pajak yang diduga melibatkan petinggi di republik ini.

Secara terpisah, politisi senior PKS Refrizal melihat ada kejanggalan dalam penanggapan Luthfi oleh KPK.

"Ini luar biasa kejanggalannya. Karena yang ditangkap ada empat orang, pengusaha dua orang dan seorang perempuan cantik. Orang yang mengaku dekat Luthfi, saya nggak kenal siapa AF itu. Dia bukan staf khusus dan asprinya Luthfi, dia bukan kader PKS," kata Refrizal.

Kejanggalan lain menurut Refrizal, uang Rp1 miliar tidak sampai pada Luthfi.

"Kalau uang itu untuk Luthfi, kok KPK nggak sabaran. Harusnya nunggu uang itu sampai ke Luthfi. Kasus-kasus besar di republik ini tidak diapa-apakan, padahal tertangkap tangan juga. Ini begitu cepat, bagi saya adalah keanehan-keanehan. Sama halnya dengan Misbahun," kata Refrizal. [Ant/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!