SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 29 November 2014
BS logo

Hasil Pilkada Bali Rawan Digugat ke MK
Rabu, 15 Mei 2013 | 17:29

Hanta Yudha AR. [Google] Hanta Yudha AR. [Google]

[JAKARTA] Hasil pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Provinsi Bali rawan digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK), mengingat margin error perolehan suara antara kedua calon gubenur yang sama-sama berasal dari petahana tersebut tidak sampai 1%.  

Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif Poll-Tracking, Hanta Yudha di Jakarta, Rabu (15/5).  

Hanta mengatakan itu mengomentari raihan suara antara pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta dan AA Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan dalam.  

Menurutnya, hari hasil penghitungan suara sementara yang dilakukan beberapa lembaga survei, rata-rata margin error yang diperoleh berkisar pada 0,5%,  sehingga belum bisa mengatakan siapa pemenang dari hasil pemungutan suara tersebut.  

“Hasil ini rawan terhadap gugatan ke Mahkamah Konstitusi,  meski kita tidak mengharapkannya,”  katanya.  

Pada tahap awal penghitungan suara,  calon gubenur Mangku Pastika terlihat memimpin hingga menyentuh 51%. Namun beberapa saat kemudian, posisi Puspayoga terus menguat hingga berhasil mengalahkan Mangku Pastika dengan margin erro sangat tipis 0,4%, menurut satu penghitungan suara sementara.  

Margin error yang di bawah 1% ini belum bisa dijadikan rujukan untuk menentukan kemenangan. Kita harus bersabar menunggu penghitungan riil di KPUD,” ujarnya.  

Terkait kondisi itu, Hanta mengingatkan agara tim sukses kedua calon gubenur untuk benar-benar mengontrol penghitungan suara resmi di KPUD.  

Selain itu, kedua tim juga harus mengontrol diri untuk tidak terlibat pada kalim sepihak yang bisa memicu gangguan keamanan.    Berdasarkan penghitungan cepat (quick count) pemilihan Gubernur Bali 2013-2018 versi Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), pasangan nomor urut 1 Anak Agung Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan unggul tipis dengan perolehan suara 50,26%.

Sementara pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta memperoleh suara 49,74%.  

Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya menilai,  raihan suara Puspayoga tidak terlepas dari mesin partai PDI-P yang bekerja dengan baik.  

Menurutnya, dari berbagai Pilkada selama ini kekuatan figur biasanya lebih menonjol dari pada kekuatan mesin partai untuk memenangkan seorang kandidat.  

“Namun di Bali terbukti bahwa persepsi publik tersebut salah dan Puspayoga bisa bersaiang ketat dengan Mangku Pastika,” ujarnya.  
Yunarto juga mengaku tidak heran dengan hasil yang imbang tersebut karena sejak awal sejumlah lembaga survei sudah memprediksi demikian selain keduanya sama-sama mempunyai kekuatan yang berimbang. [L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!