SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 31 Oktober 2014
BS logo

KPK Buka Peluang Wawan Terjerat TPPU
Rabu, 30 Oktober 2013 | 10:25

Bambang Widjojanto [jakartaglobe] Bambang Widjojanto [jakartaglobe]

[JAKARTA] Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menjerat Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) non aktif, Akil Mochtar dengan Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), kini giliran Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan yang kemungkinan besar juga akan dijerat dengan UU pencucian uang.

Kemungkinan tersebut tersirat dari pernyataan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto. Menurutnya, jajarannya tengah mendalami tindak pidana lain yang dilakukan Wawan selain penyuapan terkait Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel).

"Terhadap Wawan itu sekarang kita sedang memeriksa lebih jauh dan intensif," kata Bambang di Kantor KPK, Jakarta, Selasa (29/10).

Bahkan, dikatakan Bambang untuk mendalami dugaan kasus lain yang melibatkan Wawan, tim penyidik dan penyelidik melacak sampai ke Tangsel. Dengan tujuan, mengkroscek laporan masyarakat dan informasi seputar sepak terjang Wawan.

"Sebenarya jika boleh dibuka, proses penyelidikan itu juga sedang jalan," ujar Bambang.

Tetapi, dengan dalih dikhawatirkan mengganggu jalannya penyelidikan Bambang enggan memberikan informasi kasus yang tengah diselidiki KPK tersebut.

Seperti banyak diberitakan, Wawan memiliki harta yang cukup banyak yang diduga terafiliasi dengan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah yang diduga melakukan banyak korupsi di Banten.

Terbukti, ketika dilakukan penggeledahan di rumah Wawan di Jalan Denpasar IV Nomor 35, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis (3/10) malam, penyidik KPK ditemukan 11 mobil mewah dalam rumah tersebut dan langsung dipasangi dengan garis KPK walaupun tidak disita.

Beberapa mobil mewah tersebut, di antaranya, sedan merek Ferari berwarna merah berplat nomor B 888 CNW dan B 888 GEF, sedan merek Lamborgini berwarna putih, sedan Nisan GTR yang juga berwarna putih, sedan Lexsus berwarna hitam bernomor Polisi B 888 ARD, Toyota Camry berwarna hitam, dan sebuah Roll Rocye warna hitam bernomor Polisi B 888 CHW. Serta, sepeda motor Harley Davidson jenis Sportster bernomor Polisi B 3484 WWW.

Apalagi, Wawan disebut menguasai berbagai proyek APBD Banten dan proyek APBN yang digelontorkan ke Provinsi Banten sangat luar biasa.

Tetapi, atas harta tersebut, Wawan melalui kuasa hukumnya Tubagus Sukatma mengklaim bahwa harta yang diperoleh dari pekerjaan yang halal dan tidak dari perbuatan tercela, seperti korupsi.

Menurut Sukatma, adalah wajar seorang pengusaha yang telah lama malang-melintang dalam bidang kontraktor, seperti Wawan memiliki harta yang melimpah.

Wawan sendiri kini ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena disangkakan memberikan suap kepada Ketua MK non aktif Akil Mochtar sebesar Rp 1 miliar terkait penanganan perkara Pilkada Lebak, Banten.

Selain itu, KPK diketahui tengah menyelidiki dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di Tangsel yang diduga melibatkan Wawan. (N-8)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!