SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 27 November 2014
BS logo

KPK HarusTangani Kasus Aiptu Labora Sitorus
Kamis, 16 Mei 2013 | 7:09

Ilustrasi rekening gendut [google] Ilustrasi rekening gendut [google]

[MEDAN] Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta mengambilalih penanganan kasus  dugaan transaksi mencurigakan milik  Aiptu Labora Sitorus (LS), yang bertugas di Polres Sorong, selama kurun waktu lima tahun, terhitung sejak tahun 2007 sampai dengan 2012, dengan nilai mencapai Rp 1,5 triliun.  

"Sebaiknya Polri menyerahkan kasus transaksi mencurigakan itu ke lembaga antikorupsi, sehingga bisa terungkap bahwa bisnis bahan bakar minyak (BBM) dan illegal logging, melibatkan banyak pihak," ujar Koordinator Republic Corruption Watch (RCW), Ratno kepada SP di Medan, Kamis (16/5).  

Ratno memberikan apresiasi terhadap Polri yang menangani kasus tersebut. Namun, supaya kasus itu dapat diungkap secara transparan, tidak salah jika penyidikan itu diambil alih oleh lembaga antikorupsi.

Kasus ini dipastikan semakin melebar, sehingga indikasi keterlibatan banyak pihak, bisa terungkap.  

"Bisnis ilegal tidak akan bisa berjalan mulus selama lima tahun tanpa di-back up oleh aparat. Konotasi aparat ini bisa melibatkan atasan maupun mantan pimpinan. Ini yang harus diusut agar kasus itu terungkap. Yang menjadi pertanyaan, beranikah Polri untuk mengungkap kasus itu sampai tuntas? Banyak pihak yang pesimistis," katanya.  

Menurutnya, penanganan kasus rekening gendut Bintara Polri, yang dilaporkan memiliki rekening sampai mencapai Rp 900 miliar, belum membawa rasa keadilan.

Sebab, dalam kasus dugaan rekening gendut yang melibatkan jenderal Polri, sampai saat ini terkesan "dipetieskan". Tidak ada penjelasan atas kasus itu.  

"Dalam hukum itu tidak memandang pangkat maupun jabatan. Bila memang terbukti bersalah maka harus ditindak. Ada aliran dana mencurigakan dalam kasus dugaan rekening gendut jenderal polisi itu. Namun, penanganan kasus itu tetap mengambang tanpa kejelasan. Sangat wajar jika banyak kalangan meminta kasus Aiptu LS ditangani KPK," sebutnya. [155]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!