SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 18 Desember 2014
BS logo

KPK Periksa Wakil Ketua Banggar DPR, Olly Dondokambey
Rabu, 5 Juni 2013 | 10:49

Olly Dondokambey diperiksa KPK [indonesiaraya] Olly Dondokambey diperiksa KPK [indonesiaraya]

[JAKARTA] Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nampaknya terus melengkapi berkas perkara tersangka kasus dugaan korupsi dalam pengadaan sarana dan prasarana Hambalang, Andi Alfian Mallarangeng.  

Pada Rabu (5/6) ini, lembaga antikorupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap Wakil Ketuaa Badan Anggaran (Banggar) DPR dari fraksi Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDI-P), Olly Dondokambey.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, Olly tiba bersama sejumlah ajudannya di kantor KPK, Jakarta, sekitar jam 09.45 WIB. Hanya saja, tidak berkomentar banyak seputar pemeriksaannya.

"Iya buat saksi, saksinya pak menteri (Andi Alfian Mallarangeng)," kata Olly.

Ketika dikonfirmasi perihal penyidikan Hambalang, Juru Bicara KPK, Johan Budi SP mengatakan bahwa penyidik memang tengah fokus menyelesaikan berkas perkara milik tersangka Andi Mallarangeng.

"Belum ada perkembangan baru kasus Hambalang. Masih melengkapi berkas," kata Johan ketika dihubungi, Rabu (5/6) pagi.

Seperti diketahui, pada Selasa (4/6) kemarin, KPK memeriksa Direktur PT Dutasari Citralaras Mahfud Suroso, Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) Djoko Pekik dan mantan Staf Khusus Menpora, Fachrudin.

Terkait kasus Hambalang, sudah lima bulan, KPK menetapkan Andi Alfian Mallarangeng sebagai tersangka. Tetapi, berkas perkara milik Andi belum lengkap (P21) juga dan belum juga dilakukan upaya penahanan terhadap eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) tersebut.

Terkait hal tersebut, Ketua KPK, Abraham Samad mengatakan bahwa berkas perkara milik Andi Mallarangeng belum lengkap karena masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari BPK.

"Berkas AAM (Andi Alfian Mallarangeng) belum P21 (lengkap) karena masih menunggu finalisasi hasil Perhitungan jumlah kerugian negara dari BPK," kata Abraham Samad melalui pesan singkat, Rabu (22/5).

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan bahwa perhitungan kerugian negara dari pengadaan sarana dan prasarana dalam pembangunan P3SON di Hambalang, sudah memasuki tahap akhir.

"Sekarang sedang dalam proses finalisasi perhitungan keuangan negara. Minggu lalu, KPK yang ke BPK," kata Johan di kantor KPK, Jakarta, Senin (20/5).

Namun, Johan mengaku belum dapat memastikan kapan perhitungan kerugian negara dari proyek Hambalang tersebut akan selesai.

Johan hanya memastikan bahwa penahanan terhadap tiga tersangka kasus Hambalang, yaitu Andi Alfian Mallarangeng, Deddy Kusdinar dan Teuku Bagus Mokhamad Noor, tidak tergantung dari hasil perhitungan kerugian negara dari proyek Hambalang.

"Penahanan tersangka tidak terkait perhitungan kerugian negara," ujar Johan.

Dalam kasus dugaan korupsi Hambalang, KPK diketahui telah menetapkan Andi Alfian Mallarangeng dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Hambalang, Deddy Kusdinar sebagai tersangka kasus korupsi hambalang.

Keduanya, diduga menyalahgunakan kewenangan. Sehingga, diduga merugikan keuangan negara.

Selain itu, KPK juga menetapkan Kepala Divisi Opersional I non-aktif PT Adhi Karya, Teuku Bagus Mohamad Noor sebagai tersangka untuk kasus korupsi yang sama.

Seperti diketahui, dari hasil audit investigatif tahap pertama Hambalang dari BPK dikatakan bahwa kerugian negara dari proyek Hambalang sebesar Rp 243,6 miliar. (N-8)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!