SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 21 November 2014
BS logo

Korupsi Benih:

Mantan Dirut SHS Eddy Budiono Belum Ditahan
Selasa, 20 Agustus 2013 | 5:45

Ilustrasi benih tanaman. [Google] Ilustrasi benih tanaman. [Google]

(JAKARTA) Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa mantan Dirut PT Sang Hyang Seri (SHS) Eddy Budiono dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan benih  di Kementerian Pertanian (Kemtan).

Namun, pemeriksaan tersebut tidak disertai dengan penahanan. Eddy Budiono diperiksa sejak pukul 10:00 WIB hingga pukul 18:30 WIB.

Usai menjalani pemeriksaan yang bersangkutan tidak memberi keterangan. Menggunakan mobil Nissan Grand Livina dengan nomor polisi F 1056 CZ, Eddy meninggalkan Gedung Bundar.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Setia Untung Arimuladi mengatakan, Eddy diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.

"Yang bersangkutan diperiksa dengan kapasitasnya sebagai saksi," kata Untung, di Jakarta, Senin (19/8).

Selain memeriksa Eddy, Kejagung juga memeriksa mantan Direktur Keuangan dan SDM PT SHS tahun 2008-2011 Rachmat, dan mantan Direktur Produksi PT SHS tahun 2008-2011 Yohanes Maryadi Padyaatmaja. Seluruhnya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam kasus ini Kejagung telah menetapkan tujuh tersangka. Selain ketiganya, Kejagung telah menetapkan  mantan Direktur Litbang PT SHS tahun 2008-2011 Nizwan Syafaat, Dirut PT SHS Kaharuddin, Karyawan PT SHS Subagyo, dan Manajer Kantor Cabang PT SHS Tegal Hartono.

Dari seluruhnya belum ada yang ditahan. Kejagung meningkatkan status kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan karena pada saat penyelidikan ditemukan bukti-bukti permulaan adanya penyalahgunaan dalam proyek tersebut.

Bukti-bukti tersebut mengenai, rekayasa pada proses pelelangan yang memenangkan PT SHS, biaya pengelolaan cadangan benih nasional sebesar 5 persen dari nilai kontrak yang tidak disalurkan pada kantor regional di daerah, rekayasa penentuan harga komoditi, pengadaan benih program cadangan nasional fiktif. Kemudian, pengadaan benih kedelai fiktif, penggelembungan volume dan harga benih kedelai, serta penyaluran subsidi benih yang tidak sesuai dengan peruntukkan.

Namun, sejauh ini Kejagung belum merilis dugaan jumlah kerugian negara yang ditimbulkan atas kasus ini bahkan menjerat pihak lain dari unsur Kemtan. [E-11]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!