SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 21 November 2014
BS logo

Panglima TNI: Sabotase KRI Klewang Terbuka
Minggu, 30 September 2012 | 23:38

KRI Klewang-625. [Google] KRI Klewang-625. [Google]

[JAKARTA] Panglima TNI Agus Suhartono menyatakan, kecelakaan kapal KRI Klewang di dermaga Pangkalan TNI AL, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (29/9) lalu, merupakan tanggung jawab sepenuhnya pangkalan TNI AL.

Pasalnya, kapal tersebut memang baru dibuat dan belum sempurna. Di mana, dalam waktu dekat ini direncanakan akan diadakan subtrial, sehingga belum sempat diujicoba sebelum kejadian tersebut.

Sehingga, potensi adanya sabotase oleh negara tetangga atas kapal canggih yang belum sempat diserahterimakan PT Lundin Banyuwangi kepada TNI AL itupun tak dibantahnya.

"Karena kapalnya belum jadi dan masih dalam proses pmbangunan. Karena itu semuanya (termasuk sabotase, Red) bisa saja terjadi," ujar Agus di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Minggu (30/9).

Ditambahkannya, pihaknya saat ini masih terus melakukan investigasi atas peristiwa itu. TNI AL, sambungnya, juga tengah mengevaluasi kembali rencana pembelian kapal Kapal patroli rudal cepat siluman KRI Klewang bernompor lambung 625 yang resmi diluncurkan oleh TNI Angkatan Laut, Jumat (31/8) lalu.

"Kalau yang ini pasti tentu dari kalangan akan mengupayakan penggantian itu. Tentu yang sudah kita pesan ini akan dibuat ulang. Baru akan kita evaluasi," imbuhnya.

Untuk diketahui, kapal canggih itu menjadi kebanggan tersendiri bagi TNI AL kita. Pasalnya, KRI Klewang 625 itu merupakan kapal cepat rudal pertama yang dimiliki TNI AL. Saking canggihnya, kapal ini diklaim tidak mudah dikenal dan tidak bisa dideteksi oleh radar lawan, karena tidak menggunakan bahan baja melainkan menggunakan bahan serat karbon.
 
Menurut Kadispen Koarmatim TNI AL Letkol TNI Yayan Sugiana, KRI Klewang dengan nomor lambung 625 tersebut merupakan hasil kolaborasi riset, desain dan pengembangan antara a North Sea Boats Pte Ltd, atau PT Lundin Industry Invest, bersama arsitek kapal LOMO Cean dari Selandia Baru. Kapal ini memiliki panjang keseluruhan 63 meter, berlunas tiga atau trimaran.

KRI Klewang ini juga dipergunakan untuk penerjunan pasuskan khusus dan mampu menampung 29 awak kapal. Bisa dikatakan kapal ini sangat bergengsi di dunia pertahanan, karena tidak semua negara memiliki kapal jenis ini. Hanya Amerika Serikat (AS) dan Indonesia yang memiliki kapal type trimaran ini. AS pun baru memproduksi empat unit kapal dan Indonesia baru memiliki satu unit.
 
Pengadaan KRI Klewang yang dilaksanakan Dinas Pengadaan Mabes TNI AL dan di bangun PT Lundin Industry Invest Banyuwangi dengan menggunakan APBN 2009. Pekerjaan konstruksi kapal yang bernilai Rp114 miliar itu baru dilakukan mulai 2010 lalu, sebab kontrak pengadaan kapal itu dilakukan pada 2009 silam.
 
Peluncuran KRI Klewang 625 ini pada Jumat 31 Agustus lalu, dilakukan dari galangan kapal PT Lundin Industry Invest di pantai Cacalan, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Kapal itu didorong menuju laut dengan bantalan beberapa gelender karet raksasa berisi angin. Proses menggelender kapal itu juga disaksikan ratusan warga yang memadati pantai Cacalan.
 
Namun, peluncuran saat itu belum dilengkapi peralatan persenjataan modern kapal karena belum dipasang dan baru rampung sekitar 90 persen. Bahkan, pada Jumat 28 September kemarin, merupakan pekerjaan akhir yang dilakukan di dermaga Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi sebelum uji coba secara total. [O-2]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!