ck Perubahan Pembelajaran di Era Digital

Perubahan Pembelajaran di Era Digital


...

Menjadi salah satu rangkaian kegiatan Penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama “Samsung Indonesia Cerdas”, Samsung menghadirkan talk show mengenai pentingnya dukungan teknologi dalam proses pembelanjaran untuk generasi masa kini, para digital native. Tampak pada gambar, Najelaa Shihab, Psikolog dan Pendidik, KangHyun Lee, Vice President Samsung Electronics Indonesia, Hendriawan Widiatmoko, Kepala Sub Bidang Aplikasi dan Perancangan - Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Jakarta, Beritasatu.com - Penggunaan teknologi dalam pembelajaraan menjadi bagian penting yang harus dikembangkan oleh guru untuk menghadapi generasi Z.

Generasi Z muncul setelah milenial. Generasi Z ini menyerap informasi dengan cepat dan mudah berkat kecanggihan teknologi dan tumbuh di era smartphone dan media sosial.

“Pendidikan merupakan tanggung jawab kita bersama yang harus selalu didorong untuk menyesuaikan dengan perubahan, terlebih untuk generasi Z," ujar psikolog dan pendidik, Najelaa Shihab dalam talk show “Samsung Indonesia Cerdas” di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (23/9/2019).

"Pada generasi ini semua harus berubah, baik pemerintah, korporasi, guru, maupun penggerak pendidikan yang setiap saat ada di lapangan. Seharusnya kita bisa menjadi jembatan untuk masa depan mereka, tetapi pada kenyataannya kita masih gagal menghantarkan anak-anak ke masa depannya,” tambah Najelaa Shihab.

Najelaa menambahkan tingginya angka penggangguran dan ketidaksiapan kerja lulusan SMK sebenarnya tidak hanya memberikan efek pada murid dan sekolahnya, tetapi korporasi dan kondisi negeri ini.

Oleh karena itu, sudah seharusnya sekolah dan guru melakukan perubahan untuk menyesuaikan dengan kondisi digitalisasi yang sudah terjadi. Sekolah bisa berinovasi sesuai tuntutan zaman dan pada akhirnya mampu mengantarkan peserta didik menjadi lulusan yang berkompeten.

Selain itu, kemitraan pemerintah dengan korporasi juga menjadi salah satu jembatan yang dapat dapat membuka kesempatan yang lebih luas menuju digitalisasi sekolah.

Sementara itu Vice President Samsung Electronics Indonesia KangHyun Lee mengatakan pihaknya memiliki berbagai program untuk mendukung pendidikan Indonesia, salah satunya dengan mengandeng SMK melalui program Samsung Tech Institue (STI).

Sejak 2013, program STI menyediakan kurikulum dan materi pelatihan perbaikan alat-alat elektronika seperti perbaikan TV, smartphone, dan peralatan elektronik rumah tangga. Pelatihan ini sejajar dengan keterampilan dasar yang ditetapkan Samsung Service Center.

“Saya mengapresiasi Samsung yang tidak hanya memikirkan tentang smart class room-nya, tapi mengembangkan gurunya dan menyiapkan kurikulumnya. Jadi apa yang dikembangkan ini merupakan strategi yang komprehensif untuk memastikan tujuan kita mengembangkan masing-masing anak bisa terjadi," ujar Najelaa.



Sumber : Suara Pembaruan