Ary Julianta Ingin Bangun Sepakbola Indonesia dari Bawah


...

Dua wartawan senior Ary Julianta Trijaka (tengah) dan Yesayas Octavianus (kedua dari kiri) sedang diwawancara setelah mendaftar sebagai bakal calon Komite Eksekutif PSSI di Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Jakarta, Beritasatu.com - Salah satu calon anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI periode 2019-2024 Ary Julianta Tridjaka tidak ingin terlalu muluk bila nanti terpilih. Ia tidak bermimpi membawa Indonesia bermain di Piala Dunia. Ia hanya bertekad membenahi sepakbola sejak dari dasar paling bawah yaitu sekolah-sekolah sepakbola atau SSB.

"Kita tak perlu bermimpi ke piala dunia. Benahi dulu sepakbola kita dari akar rumput. Saat ini banyak sekolah sepakbola. Berarti segudang cikal bakal pemain tumpah di sana. Nah selama ini tidak tersentuh oleh PSSI," papar Ary Julianta saat memaparkan visi dan misinya di hadapan media di Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Karena itu, Ary bertekad menghidupkan SSB pada tempatnya. Artinya, SSB harus memiliki kapasitas atau kejelasan di PSSI. Selama ini, harus diakui, kurang mendapat perhatian. PSSI cuma menjangkau level klub. Padahal SSB merupakan 'sumur utama' pembinaan sepak bola.

"Saya ingin mengkoneksikan bagaimana klub dan SSB berjalan dengan baik. Tanpa memperbaiki akar rumput sepakbola kita sulit untuk menggapai prestasi. Jadi saya tidak perlu kampanye muluk-muluk untuk maju sebagai Exco PSSI," ujarnya.

Ary yang meniti karier sebagai wartawan olahraga sejak 1996 melihat, banyak generasi baru yang mungkin lebih segar dengan berlisensi kepelatihan A, B AFC Pri. Mereka punya standar yang cukup tinggi. Namun mereka tidak 'terpakai' lantaran keberadaan pelatih asing yang sejatinya cuma menang nama besar negaranya.

"Seharusnya ini tak boleh terjadi. Generasi muda yang melek dengan ilmu pengetahun harus mendapat kesempatan. Sayang sekali kalau potensi mereka tidak tersalurkan," imbuhnya.

Dengan kompetensi pelatih yang semakin baik, Ary yakin kualitas para pemain di Indonesia juga akan ikut berkembang. "Karena dengan lebih banyak pelatih berkualitas, kita bisa menciptakan lagi pemain yang lebih banyak lagi di seluruh Indonesia dan berkualitas juga," kata dia.

Disisi lalin, Ary juga mengakui prestasi sepakbola usia muda Indonesia cukup membanggakan, tetapi hancur begitu melangkah ke timnas senior.

"Saya melihat ada kesalahan dalam pembentukan pelatnas jangka panjang. Seharusnya, PSSI membentuk tim yang siap pakai. Ketika mereka memiliki persiapan yang relatif pendek, hasilnya tentu susah diharapkan. Mungkin harus dilakukan perubahan dalam mensinergikan pelatnas. Kita tahu kompetisi Eropa persiapanannya pendek, tapi pemainnya siap tempur. Di sini persiapan pendek, pemain tidak siap," sebutnya.

Majunya Ary mencalonkan diri sebagai calon anggota Exco PSSI mendapat sambutan positif dari mantan pemain nasional Gendut Doni Christiawan. Menurutnya, Ary cukup mampu untuk duduk sebagai anggota Exco.

"Ary berlatar belakang wartawan sepakbola. Dia tentu sangat paham warna sepakbola Indonesia. Misi dan visinya yang dipaparkan sangat bagus. Dia patut didukung karena bercita-cita ingin memajukan sepak bola Indonesia," kata Gendut Doni.



Sumber : Suara Pembaruan