ck Dibayar Saudi, Karyawan Twitter Jadi Mata-mata

Dibayar Saudi, Karyawan Twitter Jadi Mata-mata


...

Twitter.

Washington, Beritasatu.com- Dua mantan pegawai Twitter didakwa di Amerika Serikat (AS) karena menjadi mata-mata untuk Arab Saudi. Dakwaan, yang disampaikan di San Francisco, Rabu (6/11), menyebut agen-agen Saudi mencari informasi pribadi tentang para pengguna Twitter termasuk yang diketahui sebagai pengkritik pemerintahan Saudi.

Dokumen pengadilan menyatakan keduanya sebagai Ahmad Abouammo, seorang warga AS, dan Ali Alzabarah, dari Arab Saudi. Orang ketiga, warga Saudi bernama Ahmed Almutairi, juga didakwa melakukan mata-mata.

Surat kabar The New York Times menyebut dakwaan ini pertama kalinya bagi warga Saudi yang melakukan mata-mata di wilayah AS. Ahmad Abouammo tampil di Pengadilan Seattle, Rabu, dan diserahkan dalam tahanan untuk menunggu sidang berikutnya pada Jumat (8/11). Dia juga didakwa memalsukan dokumen dan membuat pernyataan palsu kepada FBI.

Dakwaannya menyebutkan Abouammo memberikan FBI faktur yang dipalsukan dan tanggal dimundurkan untuk seorang pejabat Saudi yang tidak disebutkan namanya sebesar US$ 100.000 (Rp 1,4 miliar) untuk jasa konsultasi. Abouammo menyatakan dia meninggalkan pekerjaannya sebagai manajer kemitraan media untuk Twitter sejak 2015.

Sementara itu, Alzabarah, mantan teknisi Twitter, didakwa mengakses data pribadi lebih dari 6.000 pengguna media sosial itu pada 2015 setelah direkrut oleh agen-agen Saudi.

Salah satu akun Twitter yang diduga diaksesnya juga terlihat dalam memo yang ditemukan di rekening surat elektronik dari pejabat Saudi. Data itu menunjukkan tingkat rincian data pengguna yang bisa didapatkan oleh Alzabarah.

Dalam salah satu rinciannya dituliskan, “Ini seorang yang profesional. Dia orang Saudi yang menggunakan enkripsi. Kami melacaknya dan menemukan 12 hari lalu dia masuk sekali tanpa enkripsi dari IP pukul 18:40 pada 5/25/2015. Yang ini tidak menggunakan ponsel sama sekali, hanya perambah. Dia memakai hak daring untuk Firefox dari mesin windows.”

Alzabarah dikonfrontasi oleh para pengawasnya dan diberikan cuti sebelum melarikan diri ke Arab Saudi bersama istri dan putrinya.



Sumber : Suara Pembaruan