Korban Berjatuhan, Presiden Trump Bakal Larang Vaping


...

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan Ibu Negara AS, Melania Trump, menghadiri acara "Salute to America" yang menjadi puncak peringatan HUT Kemerdekaan AS, di Lincoln Memorial, Washington DC, Kamis (4/7/2019)

Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan niatnya untuk melarang rokok elektronik atau vaping yang dicampur perisa, Rabu (11/9/2019) waktu setempat, di tengah berita banyaknya korban yang jatuh.

“Kita tidak boleh membiarkan orang-orang jatuh sakit, dan kita juga tidak boleh membiarkan anak-anak muda terdampak," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

“Saya sudah mendengarnya, dan bagaimana Ibu Negara ikut terlibat. Dia punya seorang putra, bocah yang tampan dan dia sangat menyayanginya. Kami berdua mendengar soal ini.”

Presiden menyebut bahwa vaping adalah industri yang sangat menguntungkan dan meminta agar para orang tua menjauhkan anak-anak mereka dari rokok elektronik ini.

Baca juga: 5 Korban Tewas, Pemerintah AS Rilis Bahaya Vaping

“Namun banyak orang meninggal karena vaping, jadi kami mencermati masalah ini. Dalam jumpa pers ini orang-orang akan tahu dan menonton apa yang kami katakan, dan para orang tua akan lebih ketat menjaga anak-anak mereka," kata Trump.

“Banyak orang berpikir vaping adalah hal yang hebat. Itu sangat tidak bagus."

Dalam beberapa pekan terakhir, enam orang meninggal dunia di Amerika Serikat diduga akibat penyakit paru yang disebabkan vaping. Selain itu ada ratusan kasus kesehatan yang tengah diselidiki kaitannya dengan vaping.

Ibu Negara Melania Trump juga ikut menyampaikan keprihatinannya atas maraknya penggunaan rokok elektronik di kalangan anak muda.

Menteri Kesehatan Alex Azar dalam pernyataannya mengatakan pihaknya berencana melarang e-cigarettes berperisa, yang sangat diminati kaum remaja. Badan pengawas Obat dan Makanan AS juga akan menerbitkan panduan baru soal ini.

“Pemerintahan Trump menegaskan bahwa kami bertekad membersihkan pasar dari e-cigarettes berperisa yang bisa berdampak pada anak-anak, keluarga, sekolah, dan komunitas," bunyi pernyataan itu.



Sumber : Yahoo News