Senjata Penyerang Kilang Saudi dari Iran


...

Gambar satelit ini diperoleh 16 September 2019 atas izin Pemerintah AS dan memperlihatkan gambar pra-mogok pada 24 Januari 2019, sebelum kerusakan infrastruktur minyak / gas akibat serangan pesawat tak berawak akhir pekan di ladang minyak Khurais pada 14 September 2019 di Arab Saudi.

Riyadh, Beritasatu.com- Senjata yang digunakan untuk menyerang fasilitas minyak Arab Saudi adalah buatan Iran. Pernyataan itu dilontarkan koalisi yang dipimpin Riyadh pada Senin (16/9). Penegasan koalisi itu mempertinggi kekhawatiran konflik regional setelah Amerika Serikat (AS) mengisyaratkan respons militer terhadap serangan itu.

Serangan atas Abqaiq - fasilitas pemrosesan minyak terbesar di dunia - dan ladang minyak Khurais di Arab Saudi bagian timur membuat harga minyak melonjak pada Senin (16/9).

Pemberontak Houthi yang didukung Iran mengklaim bertanggung jawab atas operasi itu. Tetapi Washington secara terang-terangan, menyalahkan Iran. Bahkan Presiden Donald Trump mengatakan AS siap untuk merespons.

“Militer Amerika Serikat, dengan tim antarlembaga kami, bekerja dengan mitra kami untuk mengatasi serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini dan mempertahankan tatanan berdasarkan aturan internasional yang sedang dirusak oleh Iran,” kata Menteri Pertahanan AS Mark Esper.

Pejabat AS, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan ada 19 titik dampak dalam serangan terhadap fasilitas Saudi. Bukti menunjukkan daerah peluncuran berada di barat-barat laut dari target - arah Iran dan bukan arah selatan dari Yaman.

Infrastruktur energi Saudi telah terpukul sebelumnya, tetapi serangan pesawat nirawak telah memicu skala berbeda. Serangan itu menghentikan setengah dari produksi pemasok besar OPEC yakni sekitar enam persen dari pasokan minyak dunia.

Koalisi yang dipimpin Saudi, yang terjebak dalam perang lima tahun di Yaman, menegaskan kembali penilaian bahwa Houthi tidak berada di belakangnya, menunjuk ke arah Iran karena menyediakan senjata.

“Semua indikasi adalah bahwa senjata yang digunakan dalam kedua serangan berasal dari Iran, daripada Yaman,” ujar juru bicara koalisi Turki al-Maliki seraya menambahkan bahwa penyelidikan sedang dilakukan.



Sumber : Suara Pembaruan