ck Studi: "Vaping" dan Cairan Kimianya Merusak Sistem Kardiovaskular

Studi: "Vaping" dan Cairan Kimianya Merusak Sistem Kardiovaskular


...

Pegolf asal Thailand, Kiradech Aphibarnrat, menghembuskan asap dari rokok elektrik, saat mengikuti turnamen golf di Kuala Lumpur, Malaysia. Pada Kamis (17/10/2019), Pemerintah Malaysia, mengeluarkan peraturan terbaru yang melarang penggunaan rokok elektrik.

Ohio, Beritasatu.com- Studi menyatakan perangkat vaping (rokok elektrik) dan cairan kimianya, yang kini semakin populer di kalangan remaja, bisa merusak sistem kardiovaskular. Ini menambah kekhawatiran terkait cedera dan kematian akibat rokok elektrik.

Temuan terbaru itu, yang dipublikasikan oleh jurnal Penelitian Kardiovaskular, diungkapkan setelah Pusat untuk Pengendalian Penyakit dan Pencegahan Amerika Serikat (AS) pada Oktober 2019, mengumumkan “wabah cedera paru-paru” terkait vaping.

“Rokok elektrik berisi nikotin, partikel khusus, logam, dan perasa, bukan hanya uap air yang tidak berbahaya,” kata penulis senior dalam studi itu, Loren Wold, dari Universitas Negara Ohio, Kamis (6/11).

“Studi-studi polusi udara memperlihatkan partikel-partikel halus memasuki sirkulasi dan memiliki efek langsung kepada jantung, data untuk rokok elektrik menunjuk ke arah itu,” tambahnya.

Nikotin, juga ditemukan dalam rokok tembakau, diketahui meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Tapi, Wood menyatakan bahan-bahan lain yang dihirup melalui vaping dapat menyebabkan peradangan, stres oksidatif, dan aliran darah yang tidak stabil.

Misalnya, partikel ultrafine telah terkait dengan trombosis, penyakit jantung koroner, dan hipertensi. Rokok elektrik juga berisi formaldehida, yang terklasifikasi sebagai agen penyebab kanker dan terkait dengan kerusakan jantung ketika dilakukan uji coba kepada tikus.

Hampir tidak ada yang diketahui tentang potensi bahaya kesehatan dari perasa-perasa yang ada pada vape, antara lain rasa mint, permen atau buah-buahan seperti mangga atau ceri.

“Walaupun sebagian menganggap aman saat dicerna secara oral, tapi hanya sedikit diketahui dampak sistemiknya jika dihirup,” sebut para peneliti itu.

Untuk menilai dampak yang mungkin terjadi kepada jantung dan sistem vaskular, Wold dan rekannya melakukan tinjauan sistematis untuk literatur medis, yang masih sedikit karena barunya penggunaan rokok elektrik.



Sumber : Suara Pembaruan