ck Kemdag: Impor Cangkul Tindakan Ilegal

Kemdag: Impor Cangkul Tindakan Ilegal


...

Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemperin, Gati Wibawaningsih, dalam kunjungannya ke Pabrik Cangkul Boma Bisma Indra (BBI) di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa, 18 April 2017.

 

Jakarta, Beritasatu.com-Kementerian Perdagangan (Kemdag) menyatakan, impor cangkul yang masuk ke Indonesia merupakan tindakan ilegal. Pasalnya, Kemdag sesuai Permendag 30 tahun 2018 tentang impor perkakas tangan menegaskan, impor hanya berlaku untuk barang setengah jadi, bukan barang jadi.

"Impor tidak diperbolehkan kecuali dalam bentuk setengah jadi, dalam arti bahan baku. Selama tahun 2019 ini kami hanya keluarkan izin sekali soal impor perkakas tangan dan masih dalam bentuk lembaran, belum diruncingkan, belum ada ujungnya, belum dicat, belum diberi merek, masih dalam bentuk pelat baja. Impor sebanyak 800.000 ton. Kami tak pernah berikan izin impor untuk cangkul jadi, kalau ada impor cangkul jadi, itu artinya berarti langgar ketentuan," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana dalam jumpa pers, di Jakarta, Jumat (8/11).

Ia menyebutkan, pihaknya sedang mendata impor cangkul tersebut yang diperkirakan berjumlah ribuan. Adapun, saat ini cangkul impor itu sudah ada di dalam gudang importir. Di mana, produk ilegal ini menurutnya akibat niaga impor di luar kawasan pabean atau post border. Selain cangkul, Kemdag juga temukan produk ilegal pakain bekas dan mainan anak.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PTKN) Veri Anggrijono menuturkan, dua pekan lalu, tim dari PKTN sudah mengamankan beberapa importir yang diduga melakukan impor perkakas tangan bentuk jadi. Importir tersebut ada di Surabaya dan Tangerang. Adapun, produk impor tersebut berasal dari Tiongkok.

"Sedang kami dalami, apabila terbukti tidak punya izin akan kami rekomendasi untuk cabut izin usahanya," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan rasa malunya kepada publik bahwa Indonesia masih mengimpor cangkul. Padahal, Indonesia merupakan negara yang sudah mampu memproduksi cangkul dengan kualitas baik. Namun, sejak awal Presiden Jokowi memimpin pun sudah tercatat impor cangkul.

"Urusan pacul, cangkul, masak masih impor!" tegasnya. Ia pun lalu menantang pejabat terkait untuk mendorong pertumbuhan industri usaha kecil dan menengah yang bisa memproduksi barang-barang sederhana tadi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah impor cangkul sebanyak 505,5 ton dengan nilai US$ 330,03 ribu sejak 2015 hingga September 2019. Dari total berat impor cangkul itu yang berasal dari Jepang hanya 7 kg dengan nilai US$ 65 dan sisanya dari Tiongkok.

Jika dirinci per tahun, pada 2015 totalnya seberat 14,2 ton dengan nilai US$ 6.589. Pada tahun 2016 totalnya seberat 142,7 ton dengan nilai US$ 187.000. Pada tahun 2017 totalnya sebesar 2,3 ton dengan nilai US$ 794. Sedangkan pada tahun 2018 totalnya seberat 78,1 ton dengan nilai US$ 33.889 . Pada tahun 2019 tercatat dari Januari sampai September totalnya seberat 268,2 ton dengan nilai US$ 101.600



Sumber : Suara Pembaruan