BBM Naik, Rakyat Miskin Perlu Dibantu Program Kesehatan dan Infrastruktur


...

Mahasiswa Papua membentang spanduk bertuliskan “BBM Naik, SBY Turun,” [SP/Robert Isidorus]

[JAKARTA] Kalangan pengusaha nasional yang tergabung Apindo mendesak pemerintah secepatnya menaikkan harga BBM bersubsidi untuk menyelamatkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).  

Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Apindo Sofjan Wanandi mengungkapkan, beban subsidi yang tinggi berdampak buruk terhadap APBN dan menguras devisa negara, akibat tingginya impor minyak dan BBM.  

"Kami tidak suka harga BBM naik. Kami sungguh tidak suka. Tapi untuk kepentingan lebih besar, kami dukung harga BBM bersubsidi naik. Dana penghematan subsidi bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan mengatasi kemiskinan. Lemahnya infrastruktur menganggu makroekonomi," kata Sofjan.  

Sofjan menegaskan, penaikan harga BBM bersubsidi untuk mengamankan makroekonomi nasional yang tumbuh positif di tengah ketidakpastian global.  

Ketua Apindo Anton J Supit menambahkan, idealnya harga BBM naik Rp 1.500 menjadi Rp 6.000 per liter.  Yang penting, pemerintah harus segera memutuskan. Subsidi semestinya dialihkan untuk kegiatan produktif yang menciptakan lapangan kerja, seperti membangun infrastruktur. Masyarakat miskin yang paling terkena dampak harus diberi kompensasi, mengacu pada skema yang sudah ada sebelumnya.
 

Ketua Apindo lainnya, Chris Kanter, mengatakan, keputusan soal opsi penaikan atau pembatasan BBM akan diumumkan Kamis (11/4).
  Anggota Komisi VII Fraksi Golkar DPR RI Satya W Yudha mengatakan, pemerintah wajib menyiapkan program kompensasi jika harga BBM dinaikkan, baik dalam bentuk sekolah gratis ataupun cash transfer, tapi bukan BLT kepada rakyat miskin.  

Anggota Komisi VII DPRI dari Fraksi PAN Alimin Abdullah mengatakan, kebijakan pemberian kompensasi merupakan domain pemerintah. Namun, akan lebih baik jika pemerintah juga membicarakan dengan DPR.  

Hanya saja, sebaiknya program tersebut tidak berbentuk dana tunai langsung, melainkan pada pengembangan infrastruktur dan bantuan kesehatan. Anggota Komisi VII DPR RI Dito Ganinduto mendukung penaikan harga BBM bersubsidi dan harus segera diputuskan. [ID/H-12]    



Sumber : suarapembaruan