...

Emas di Tugu Monas. (Murizal Hamzah)

Operasi Yutisi di Jakarta bukan untuk memusuhi pendatang.

Wali Kota Jakarta Pusat, Saefullah mengatakan, masih banyak warga yang beranggapan bahwa DKI Jakarta merupakan wilayah yang kurang bersahabat untuk para pendatang dari luar Jakarta.

"Dalam kesempatan ini, ada baiknya saya meluruskan bahwa tidak benar DKI Jakarta memusuhi pendatang baru," kata Saefullah dalam dialog interaktif yang diselenggarakan Suku Dinas (Sudin) Komunikasi, Informatika dan Kehumasan (Kominfomas) Jakpus, kemarin.

Menurut Saefullah, diselenggarakannya operasi Yustisi bukan menjadi pertanda bahwa DKI Jakarta tidak memusuhi warga daerah yang coba mengubah peruntungan hidupnya.

"DKI Jakarta siap menampung siapapun," katanya.

Diselenggarakannya operasi Yustisi menurut Saefullah seharusnya dianggap sebagai himbauan orang tua kepada anaknya, warga yang ingin mencari peruntungan di DKI Jakarta seharusnya datang dengan segala persiapan.

"Siapapun yang ingin datang ke DKI Jakarta harus melakukan proses dokumen kependudukan yang benar yaitu melengkapi surat pindah dan keterangan lainnya," ujar mantan kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, DKI Jakarta.

Selain harus melengkapi diri dengan dokumen kependudukan dari daerah asal, warga pendatang juga harus profesional artinya warga harus siap dengan lapangan pekerjaan yang akan digeluti, mempunyai tempat tinggal, dan lain sebagainya.

"Kalau tidak mempunyai Skill atau keahlian untuk hidup di kota besar dikhawatirkan warga tersebut akan menjadi pengangguran, dan menjadi beban bagi kita semua, yang pada akhirnya dapat menimbulkan kerawanan sosial," jelas Saefullah.

Menyinggung masalah ruang terbuka hijau (RTH) di DKI Jakarta, Saefullah mengatakan, idealnya 30 persen dari luas yang ada, namun saat ini DKI Jakarta baru mampu memenuhi 7,6 persen.

Untuk itu pada tahun 2012 Jakarta Pusat ada rencana pembebasan lahan untuk RTH, jika ada warga yang ingin dibebaskan tanahnya untuk RTH bisa langsung menghubungi lurah maupun camat, tambah Saefullah.

Hadir sebagai narasumber  Paulus Wirotomo ( Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Jakarta, Amarullah Asbah ( Ketua FKDM DKI Jakarta ), dan Bambang Harimukti ( Wakil Ketua Dewan Pers DKI Jakarta ).



Sumber : Antara