Napi Teroris yang Kabur Tinggal 5 Orang


...

Narapidana berada di ruang kantor yang terbakar setelah terjadi kerusuhan di Lapas Klas I Medan, Sumut, Jumat (12/7). Kerusuhan yang dipicu pemadaman listrik dan matinya aliran air PDAM tersebut mengakibatkan lima tewas dan ratusan narapidana lainnya kabur dari penjara.

Jakarta - Narapidana (napi) kasus terorisme yang masih kabur ternyata tinggal lima orang lagi.

Kepastian setelah jajaran Polda Sumatera Utara berhasil menangkap empat orang napi kasus terorisme yang sempat kabur pasca insiden jebolnya lembaga pemayarakatan (lapas) Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, jelang waktu berbuka puasa Kamis (11/7).

"Sudah empat yang kita tangkap dan lima yang kita cari. Empat itu adalah Anton Sujarwo alias Supriyadi dan Abu Azam alias Jumirin alias Sobirin, Jaja Miharja alias Ashim alias Syafrizal, dan Gema Ramadhan," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Raden Heru Prakoso saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (12/7).

Namun perwira menengah ini belum mengetahui siapa saja nama lima napi yang kabur itu.

Dia juga meluruskan jika pada saat kerusuhan terjadi, napi kasus terorisme yang mendekam di Lapas Tanjung Gusta bukan 22 orang melainkan hanya 14 orang.

"Nah jadi 14 orang itu 4 tertangkap, 5 kabur, dan 5 masih ada di dalam. Sedangkan yang 8 itu sudah dipindah ke Aceh sebelum rusuh pecah," tambahnya.

Heru juga menambahkan, dari 5 korban yang ditemukan tewas, 4 sudah diidentifikasi. Mereka adalah dua orang pegawai lapas yakni Hendra Naibaho dan Bona Situngkir serta dua napi yakni Ahwie Batam dan Yohanes.

"Satu lagi kita duga napi, tapi belum kita ketahui identitasnya," sambungnya.

Pada saat kejadian itu jumlah tahanan LP Tanjung Gusta adalah 2.599 orang.