30% ATM Belum Bisa Bertransaksi, 126 Kantor Kas BCA Normal Kembali Senin Sore


...

Ilustrasi Bank BCA

[JAKARTA] PT Bank Central Asia Tbk (Tbk) memastikan 126 kantor kasnya yang terganggu akibat gangguan transponder satelit Telkom 1 pada Senin (28/8) sore ini sudah akan kembali normal. Namun, sebanyak 5.772 Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BCA yang terganggu, belum bisa dipastikan kapan akan normal kembali.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pihaknya mengutamakan perbaikan di layanan kantor kas karena lebih banyak kebutuhan nasabah yang bisa terlayani disana. Sementara, perbaikan ATM dinilainya lebih sulit karena terkendala oleh sisi SDM.

“Kalau satelit yang rusak, maka satu per satu harus kita datangi dan itu harus dua orang terdiri dari pihak BCA dan switching company-nya, tidak bisa dari pusat. Kita harus setel ulang. Yang jadi masalahnya di tenaga kerjanya yang jumlahnya terbatas, jadi kita dahulukan kantor kas karena tidak bisa bersamaan. Pagi ini dari 126 yang rusak sudah beres 113 kantor kas,” ujarnya di Jakarta, Senin (28/8).

Meski 30% dari jumlah ATM BCA yang terganggu, namun nasabah masih bisa bertransaksi secara normal di 70% atau 11.500 ATM BCA lainnya. Untuk sementara, nasabah dapat memanfaatkan layanan BCA dimanapun dan kapanpun melalui electronic channel BCA seperti internet banking (KlikBCA), BCA mobile. “Masih ada 11.500 ATM yang bisa dipakai. Yang rusak kebanyakan di daerah yang jauh, tapi ada juga di gedung dan mall yang tidak bisa masuk melalui line telpon,” katanya.

Lebih lanjut, pihak perbankan dikatakannya tengah menunggu kepastian dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mengenai kejelasan soal gangguan transponder satelit Telkom 1 yang menyebabkan faktor kerusakan. “Kita ingin secepat mungkin menyelesaikan gangguan ini. Kita bisa saja pindah ke satelit lain karena masih banyak satelit lainnya. Telkom juga punya satelit lainnya juga, tapi Telkom belum kasih penjelasan bisa dipindahkan ke satelit mana. Belum clear ini,” ujar Jahja.

Secara terpisah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan layanan nasabah tidak terganggu meskipun ada beberapa jaringan ATM di beberapa bank terdampak khususnya ATM yang memakai VSAT yang terhubung dengan satelit tersebut. ATM ini umumnya berada di remote area, sementara sebagian besar ATM dan Jaringan kantor bank yang umumnya sudah terhubung dengan fiber optic dipastikan tidak terkendala untuk beroperasinya ATM dan layanan kantor cabang melayani masyarakat.

“OJK dan BI sedang berkoordinasi dengan pihak Telkom untuk langkah mitigasi agar seluruh layanan perbankan segera dapat beroperasi normal sepenuhnya,”kata Plt Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK Anto Prabowo.

Untuk informasi, gangguan transponder satelit Telkom 1 menyebabkan gangguan beberapa fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) perbankan di Indonesia. Tercatat ada sebanyak 8.800 lebih ATM bank besar yang mengalami dampak gangguan satelit ini. [ID/M-6]



Sumber : suarapembaruan