l Akibat Listrik Padam, Penjarahan Merebak di Venezuela | Suara Pembaruan

Akibat Listrik Padam, Penjarahan Merebak di Venezuela
U-5 | Jumat, 15 Maret 2019 | 9:47

Pemadaman listrik masih berlanjut di sebagian wilayah Venezuela, pada Kamis (14/3/2019). [Istimewa] Pemadaman listrik masih berlanjut di sebagian wilayah Venezuela, pada Kamis (14/3/2019). [Istimewa]

[CARACAS] Pemerintah Venezuela memerintahkan sekolah dan toko tetap tutup pada Senin (12/3). Meskipun aliran listrik mulai pulih, pada Kamis (14/3), pemadaman listrik masih berlanjut di sebagian wilayah.

Kelompok oposisi menyatakan sedikitnya 17 orang telah dilaporkan meninggal dunia akibat pemadaman tersebut.

Warga di ibu kota, Caracas, berbicara kepada wartawan BBC Will Grant tentang keputusasaan yang semakin bertambah.

Setiap jam yang berlalu tanpa listrik di Venezuela membawa lebih banyak kekacauan dan stres pada negeri yang sudah berada di ambang batas.

Geng motor pro pemerintah, dikenal sebagai "colectivos", berkeliaran di jalan-jalan gelap, menegakkan ketertiban dengan todongan pistol, sementara beberapa peristiwa penjarahan terjadi secara sporadis di tengah-tengah keputusasaan.

Banyak bagian di negara ini masih terisolasi dan sulit untuk mendapatkan penjelasan lengkap tentang situasi mereka. Bahkan ketika listrik kembali, pasokan seringkali tidak cukup dan hanya bertahan selama beberapa jam sebelum akhirnya mati lagi.

Sejak pemadaman terjadi pada Kamis pekan lalu, banyak penduduk di Venezuela berjuang untuk bertahan hidup.

Tanpa internet, telepon seluler, bank, mesin kartu kredit, kompor elektrik atau pendingin ruangan, kehidupan sehari-hari hampir tidak tertahankan bagi banyak orang, terutama di komunitas berpendapatan rendah.

"Saya punya anak usia dua tahun. Kemarin sore tidak ada yang bisa dimakan," kata Majorie yang tampak marah di luar  toserba di kompleks Terrazas del Club Hípico di Caracas. [BBC/U-5]




Kirim Komentar Anda