Bantah Trump Soal Suriah, Menhan AS Pilih Mundur


...

Jim Mattis [AP]

[WASHINGTON] Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Jim Mattis, secara mendadak, pada Kamis (20/12), mengundurkan diri. Pengunduran diri Mattis merupakan akumulasi dua tahun perbedaan pendapatnya dengan Presiden Donald Trump. Keputusan Mattis hanya selang sehari setelah Trump menolak sarannya soal pasukan AS di Suriah.

Pada Kamis (20/12), kepada CNN, seorang pejabat pemerintah senior AS juga mengatakan bahwa Mattis "sangat menentang" keputusan Trump atas Suriah dan penarikan pasukan AS di Afghanistan.

Mattis adalah satu pejabat kebijakan luar negeri yang paling dihormati di pemerintahan Trump. Namun dia akhirnya memilih hengkang pada akhir Februari 2019 setelah dua tahun penuh berjuang untuk melunakkan dan memoderasi kebijakan garis keras presiden Trump dan kadang-kadang berubah tajam.

Mattis pergi melapor ke Gedung Putih pada Kamis (20/12) sore untuk memberi tahu Trump tentang keputusannya untuk mundur dari pemerintahan. Trump mengatakan pengganti akan dipilih segera.

Dalam pesan Twitter, Trump mengatakan bahwa Mattis pensiun. Tetapi bukan demikian yang dikatakan Mattis. Lewat surat kepada Trump, Mattis memberi alasan pengunduran diri yang sangat diplomatis.

“Karena Anda memiliki hak untuk memiliki menteri pertahanan yang pandangannya lebih selaras dengan Anda dalam hal ini dan hal lain, saya yakin adalah tepat bagi saya untuk mundur dari posisi saya,” katanya.

Dalam surat pengunduran diri itu, Mattis menekankan pentingnya membela sekutu AS. Hal itu disampaikan Mattis lewat kritik implisit atas keputusan presiden tentang masalah tersebut. [CNN/AP/U-5]



Sumber : suarapembaruan