Banyak Kasus Korupsi di Aceh Mengambang


...

Ilustrasi korupsi. [Google]

[BANDA ACEH] Sebanyak 80 kasus korupsi di Provinsi Aceh saat ini statusnya  masih mengambang, sedangkan pihak kejaksaan tinggi Aceh mengaku dalam kurun waktu 11 bulan terakhir telah menangani sebanyak 41 kasus korupsi di bumi serambi mekkah ini.  

Hal itu mengemuka dalam diskusi pablik yang digelar Masyarakat Transparansi Aceh (MATA) dan Masyarakat Transparansi Internsional di Banda Aceh, Minggu (9/12) kemarin.  

Koordinator Bidang Anti Korupsi MATA, Baihaqi bersama Koordinator Bidang Penelitian Arman Fauzi mengungkapkan, kasus korupsi di Aceh yang mereka kumpul saat ini tercatat ada 80 kasus.
 

Ia mencontoh kasus korupsi Rp 220 miliar di Aceh Utara, kasus penggelambungan harga pengadaan alat medis di Rumah Sakit Umum Zainal Abizin (RSUZA) Banda Aceh, yang merugikan negara Rp 8,5 miliar, kasus korupsi beasiswa di Universitas Syiah Kuala, dan banyak kasus lain hingga saat ini masih mengambang.  

Sejumlah kasus yang dibeberkan oleh LSM Mata merupakan kasus yang berkembangan dan mencut kepermukaan dalam kurun waktu setahun terakhir.
 

Menurut mereka, dalam 80 kasus yang masih mengambang, kerugian negara paling banyak terjadi dilembaga eksekutif dengan kerugian negara mencapai Rp 259,5 miliar dan BUMD Rp 3,5 miliar.
 

Di tempat terpisah, Kejaksaan Tinggi Aceh mengaku telah menangani sebanyak 48 kasus korupsi yang terjadi dalam kurun waktu 11 bulan selama tahun 2012.

Pihak kejaksaan tidak pernah berhenti mengusut kasus tindak pidana korupsi ungkat Kejati Aceh TM Syahrial saat menjadi inspektur upacara memperingati hari anti korupsi di halaman Kejati Aceh, kemarin.
 

Ia menegaskan, jajaran kejaksaan tidak pernah berhenti dalam mengusut kasus korupsi, tetapi dia juga minta dukungan dari semua elemen  masyarakat,     LSM, ulama, dan akademisi, mahasiswa, pemuda dan polisi, karena tanpa ada dukungan dari berbagai pihak tidak mungkin korupsi bisa diberantas secara maksimal.
 

Dikatakan, saat ini tindak pidana korupsi di Aceh masih tinggi, jajaran kejaksaan dalam 11 bulan terakhir telah menangani sebanyak 48 kasus korupsi, dalam jumlah tersebut sebanyak 14 kasus dalam proses penyelidikan, 18 kasus masuk tahap penyidikan dan 16 kasus masuk ketahap penuntutan di pengadilan, sehingga dalam waktu dekat akan ada kasus baru yang muncul dan ditangani jaksa. [147]



Sumber : suarapembaruan