l Buka Rakor Perpustakaan, Mendagri: Perpustakaan Penting dalam Mewujudkan SDM Berkualitas | Suara Pembaruan

Buka Rakor Perpustakaan, Mendagri: Perpustakaan Penting dalam Mewujudkan SDM Berkualitas
Kamis, 14 Maret 2019 | 15:16



[JAKARTA] Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengatakan perpustakaan memiliki peran penting dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, mandiri, dan mampu berdaya saing di era global.

Peran penting perpustakaan itu di antaranya yakni, pertama membangun ekosistem masyarakat yang berpengetahuan (knowledge based society). Kedua, sebagai penguatan literasi masyarakat melalui transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Ketiga, sebagai hak masyarakat untuk mendapatkan layanan perpustakaan yang dijamin UU No. 43 Tahun 2007.

Demikian dikatakan Mendagri Tjahjo Kumolo ketika membuka Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakaan, di Hotel Bidakara, Kamis (14/3).

Mendagri Tjahjo Kumolo dalam pesan sambutan singkatnya juga menekankan kepada seluruh pemerintah daerah untuk segera membentuk Dinas Perpustakaan bagi pemerintah daerah yang belum memilikinya, memperkuat struktur kelembagaan dan tata laksana perpustakaan kecamatan dan desa/kelurahan. Selain itu Mendagri juga meminta agar penyelenggaraan perpustakaan umum pada tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan dan desa/kelurahan berjalan dengan baik, dan pentingnya pembangunan.

Menurut Mendagri Tjahjo Kumolo, dari 31 provinsi di Indonesia 91% sudah memiliki perpustakaan. Sedangkan dari kabupaten.kota yang punya perpustakaan daerah baru 16 atau 32%. Untuk itu pihaknya minta perhatian kepada gubernur dan DPRD setempat untuk merumuskan dan menganggarkan agar perpustakaan daerah dapat terwujud di wilayahnya. “Targetnya akhir tahun ini sudah terlaksana,” ujar Mendagri

Nomor Dua

Sebelumnya, Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando dalam laporannya mengatakan, saat ini Indonesia memiliki 164.610 perpustakaan, yang menempatkan sebagai negara dengan jumlah infrastruktur perpustakaan terbanyak nomor dua, setelah India.

“Infrastruktur perpustakaan Indonesia nomor dua berada di bawah India yang memiliki 323.605 perpustakaan. Urutan ketiga Rusia dengan 113.440 perpustakaan, dan Tiongkok di urutan keempat dengan 105.831 perpustakaan”, ujar Muhammad Syarif Bando.

Dalam hal kegemaran membaca, Menurut Muhammad Syarif Bando, Indonesia sudah ada di urutan 16 dari 30 negara. Ini merupakan suatu hal yang positif. Urutan pertama India dengan kurang lebih 10 jam. Sedangkan Indonesia di urutan ke 16 dan 17 dengan 6 jam lama membaca.

Muhammad Syarif Bando menyebutkan, perpustakaan saat ini menjadi elemen penting dalam pembangunan nasional. Pemerintah telah menunjukkan perhatian yang besar untuk pengembangan dan peningkatan peran perpustakaan di masyarakat.

Pada tahun 2019 ini, perpustakaan masuk dalam program dan kegiatan prioritas nasional perihal “Penguatan Literasi untuk Masyarakat”. Masuknya perpustakaan dalam prioritas nasional memberikan amanat kepada Perpustakaan Nasional (Perpusnas) untuk terus meningkatkan dan mengembangkan layanan perpustakaan di seluruh Indonesia yang berbasis inklusi sosial untuk kesejahteraan masyarakat.

“Layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial adalah hadirnya layanan perpustakaan sebagai ruang publik yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Rapat kordinasi yang berlangsung selama tiga hari ini, 14 – 16 Maret 2019 ini dihadiri oleh gubernur, wali kota, bupati dan dinas Perpustakaan seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri didampingi Kepala Perpustakaan Nasional menyerahkan penghargaan kepada: Gubernur Jambi Fachrori Umar, sebagai pemimpin daerah yang berkomitmen dalam pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial di wilayahnya. Selanjut penghargaan juga diberikan kepada Wali Kota Surabaya . Tri Rismaharini sebagai pemimpin daerah yang berkomitmen dalam inovasi layanan perpustakaan umum, dan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X atas kepedulian dan komitmen beliau terhadap pelestarian naskah kuno di lingkungan keraton Yogyakarta. [RS]




Kirim Komentar Anda