Buntut Intervensi Politik, Saudi Usir Dubes Kanada


...

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau (kiri) dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.[Istimewa]

[RIYADH] Pemerintah Arab Saudi mengusir duta besar Kanada dan memerintahkan untuk meninggalkan Saudi dalam waktu 24 jam. Pada Minggu (5/8), Saudi juga memanggil pulang dubesnya dari Kanada. Tindakan itu dipicu komentar pejabat tinggi Kanada yang dinilai mengintervensi urusan dalam negeri Saudi.

"Kerajaan Arab Saudi tidak akan menerima campur tangan asiing dalam urusan internal," kata Kementerian Luar Negeri Saudi sebagaimana dikutip oleh AFP setelah kedutaan Kanada di Riyadh menyerukan pembebasan para aktivis hak asasi manusia yang dipenjara.

Tak hanya mengusir dubes, Arab Saudi akan mempertimbangkan duta besar Kanada untuk Riyadh sebagai persona non grata. Saudi juga akan menangguhkan perdagangan dan investasi baru dengan Kanada.

“Saudi akan membekukan semua transaksi perdagangan dan investasi baru dengan Kanada, sementara tetap mempertahankan haknya untuk mengambil tindakan lebih lanjut,” tambah Kementerian Luar Negeri Saudi.

Keputusan Saudi tersebut menyusul kritik Kanada tentang hak asasi manusia di Arab Saudi. Kementerian luar negeri negara Kanada mendesak Riyadh untuk melepaskan aktivis hak-hak sipil yang ditangkap.

“Kami mendesak pihak berwenang Saudi untuk segera membebaskan mereka dan semua aktivis hak asasi manusia damai lainnya," bunyi kicauan Twitter, Global Affairs Canada.

Pada Kamis (2/8), Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland mengatakan bahwa Ottawa “khawatir” dengan keputusan Riyadh untuk memenjarakan Samar Badawi, saudari aktivis oposisi Saudi, Raif Badawi. Pejabat Kanada itu pun mendesak Arab Saudi untuk melepaskan keduanya.

"Posisi Kanada adalah campur tangan terang-terangan dan terang-terangan dalam urusan internal kerajaan Arab Saudi," bunyi kicauan akun Twitter, kementerian luar negeri Saudi.[AFP/Reuters/sputniknews/U-5]



Sumber : suarapembaruan