Bupati Maybrat Diberhentikan Sementara


...

Bupati Mybrat Bernard Sagrim [Kanan]. [SP/Roberth Isidorus Vanwy]

[MANOKWARI] Bupati Maybrat, Provinsi Papua Barat, Bernard Sagrim, diberhentikan sementara oleh Menteri Dalam Negeri guna memberikan kesempatan kepadanya untuk berkonsentrasi menghadapi masalah hukum terkait dugaan korupsi dana hibah dan pencucian uang yang disangkakan.

Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Papua Barat, Sroyer E, kepada pers di Manokwari, Rabu, mengatakan, pihaknya telah menerima surat pemberhentian sementara dari Kemendagri dan telah dilaporkan kepada Gubernur Papua Barat Abraham O. Atururi.

Dalam surat pemberhentian sementara dengan Nomor: 131.92/2660/OTDA tersebut, Kemendagri juga mengangkat Wakil Bupati Maybrat Karel Murafel sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Maybrat sampai ada keputusan yang berkekuatan hukum tetap atas Bernard Sagrim.

Sroyer mengatakan, Gubernur Papua Barat, Abraham O. Atururi, akan berkunjung ke Kmurkek, ibukota Kabupaten Maybrat dalam waktu dekat untuk menyerahkan surat dari Kemendagri tersebut, sekaligus memberikan pengarahan umum kepada masyarakat dan aparat pemerintah, namun sebelum itu, pemerintah provinsi juga akan menemui keluarga Bernard Sagrim untuk menjelaskan keputusan Kemendagri tersebut.

"Gubernur sebagai perwakilan pemerintah pusat yang ada di daerah akan memberikan pengarahan," kata Sroyer menjelaskan tentang agenda kunjungan Gubernur Abraham O. Atururi di Kmurkek nanti. Hanya, Sroyer belum bisa menyebutkan tanggal yang pasti untuk rencana kunjungan tersebut.

Keputusan pemberhentian sementara dari Kemendagri itu, lanjut Sroyer, hanya berlaku sampai dengan adanya keputusan yang berkekuatan hukum tetap. Bilamana keputusan pengadilan nanti membebaskan Bernard Sagrim dari segala dakwaan, maka pemerintah Provinsi Papua Barat akan memproses pengembalian ke jabatan semula sebagai Bupati Kabupaten Maybrat.

Karena surat keputusan itu bersifat sementara, setelah melalui proses konstitusional dengan landasan hukum yang jelas, Sroyer berharap publik di Maybrat, Sorong dan Manokwari bisa memahaminya dan tidak memberikan reaksi yang berlebihan.

Bupati Maybrat Bernard Sagrim, ditahan aparat Polda Papua pada pekan pertama Mei lalu, setelah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi dan pencucian uang dana hibah dari pemerintah Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Sorong selaku kabupaten induk menyusul pemekaran Maybrat sebagai daerah otonomi baru.

Dana hibah sebesar Rp15 miliar dikabakan bermasalah di mana aparat kejaksaan telah menyita lebih dari 1.000 kuitansi sebagai barang bukti yang berkaitan dengan pemanfaatan dana tersebut. Ketika kabar penahanan terhadap Bernard Sagrim tersebar, sempat menimbulkan reaksi keras dari para pendukungnya di Maybrat yang kemudian sempat bertindak anarkis, namun tidak meluas sehingga prose penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di kabupaten itu berlangsung normal hingga kini.

Dugaan korupsi dan pencucian uang atas dana hibah tersebut, disangkakan kepada Bernard Sagrim ketika menjadi Penjabat Bupati Maybrat, saat daerah itu dimekarkan dari Sorong sebagai kabupaten induk. [Ant/N-6]



Sumber : suarapembaruan