Dua Pramuka Indonesia Ikuti Program SISEP di Australia


...

Kegiatan Pramuka [google]

 [JAKARTA] Gerakan Pramuka kembali mengirimkan dua orang anggota Gerakan Pramuka golongan Penggalang dari Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kupang, NTT mengikuti Program Kepramukaan Pertukaran Pelajar Internasional atau Scout International Student Exchange Program/SISEP di Sydney, Australia.

Kegiatan serupa juga pernah dilakukan yaitu pertukaran pemuda Indonesia Inggris yang bekerjasama dengan British Council. Kemudian bekerjasama dengan Boy Scouts of America, secara bergelombang, beberapa anggota Gerakan Pramuka golongan Penegak dan Pandega mengikuti International Camp Staff Program di Amerika.

Program yang sama juga dilaksanakan di Swiss, bekerjasama dengan Organisasi Kepramukaan Dunia, anggota Gerakan Pramuka berkesempatan mengikuti program International Camp Staff di Swiss.

Program SISEP merupakan program kerjasama antara Kwarnas Gerakan Pramuka dengan Organisasi Kepramukaan Australia (Scouts of Australia). Untuk saat ini daerah yang akan menjadi tempat studi adalah, Kupang,  NTT, Indonesia dan Sydney, Australia.

Dionisius Alfonso Seran dari gugus depan yang berpangkalan di SMPK Adi Sucipto, Kupang dan Savira Margaretha Banase dari gugus depan yang berpangkalan di SMPK Geovany, Kupang berhasil lulus tes pada 6-8 Juni 2014 yang lalu oleh Kwartir Nasional bersama Organisasi Kepramukaan Australia. Mereka akan mengikuti Program SISEP di Sydney, Australia selama sebulan hingga tanggal 12 Agustus 2014.

Program Kepramukaan Pertukaran Pelajar Internasional diyakini sangat efektif dan meningkatkan kualitas sumber daya anak muda Indonesia khususnya peserta didik dalam Gerakan Pramuka," kata Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Dr. H. Adhyaksa Dault, SH, M.Si di Kantor Kwartir Nasional beberapa waktu yang lalu.

Adhyaksa mengatakan, anggota Gerakan Pramuka yang mendapat kesempatan mengikuti kegiatan di luar negeri berpotensi besar dapat berperan aktif dalam dinamika lokal, nasional dan global. Menurutnya, perubahan dinamis paradigma dan strategi perlu terus dilakukan dengan memberi kesempatan seluas-luasnya kepada generasi muda bangsa untuk menimbah pengalaman baik di dalam maupun diluar negeri.

Sementara itu Ketua Tim Seleksi yang juga Andalan Nasional Gerakan Pramuka Bidang Hubungan Luar Negeri, Indo Reyano Samili, MBA mengatakan bahwa tujuan dari program ini adalah

1. Untuk memberi pemahamam dan mempelajari permasalahan yg ada di negara lain selain di negara mereka sendiri.

2. Untuk memungkinkan siswa meningkatkan kwalitas pendidikan mereka dengan belajar di waktu yang singkat, dalam lingkungan yang berbeda dan mungkin yang tidak diberikan di sekolah mereka.

3. Untuk menambah wawasan siswa, lebih dari pada yang bisa di dapat dalam jambore atau petualangan, dengan belajar untuk hidup dan bertemu orang-orang dari budaya lain, kepercayaan dan warna yang ada di negara mereka dengan permasalahan mereka sendiri sendiri.

4. Untuk merasakan suasana kepramukaan di negara lain

5. Untuk bertindak sebagai duta bagi  negara mereka, dengan membawa sikap dan tingkah laku  mereka, dengan merujuk pada jiwa kepramukaan dan organisasi masyarakat serta kelompok pemuda lainnya di negara tuan rumah dan dengan memberikan pengetahuan mereka  dari negara mereka sendiri untuk orang yang mereka temui di sana

6. Untuk  menambah wawasan pembelajaran karena banyak aspek kehidupan, dari negara tuan rumah sehingga pada akhirnya mereka dapat menularkan pengetahuan yang diperoleh ke sekolah mereka, pramuka, kelompok pemuda dan organisasi masyarakat lainnya.

Kamis malam (10/7) Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Hubungan Luar Negeri, H. Achmad Rusdi akan melepas kedua anggota Gerakan Pramuka itu sekaligus menyampaikan pembekalan di Terminal 2 E, Bandara Soekarno Hatta. Dijadwalkan pada pukul 23.00 wib mereka berangkat ke Autralia. [PR/N-6]  



Sumber : suarapembaruan