...

Ilustrasi golput. [www.detik.com]

[JAKARTA] Kelompok masyarakat yang memilih untuk menjadi golongan putih (golput) apatis - kelompok yang tidak menggunakan hak pilih karena memang tidak peduli terhadap politik - bisa mengancam demokrasi Indonesia.

"Jika golongan ini semakin besar, mereka bisa mengancam demokrasi Indonesia, bahkan negara akan kolaps," kata salah satu peserta konvensi calon presiden (capres) Partai Demokrat Hayono Isman dalam siaran pers di Jakarta Rabu (26/2).

Dikatakan, secara konstitusi golput dalam konteks tidak menggunakan hak pilih merupakan pilihan yang tidak dilarang. Namun, golput yang dimaksud bukan orang-orang yang apatis terhadap politik dan situasi bangsa.

 Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu menyatakan kalau dia lebih menghargai kelompok golput progresif. Kelompok ini tidak menggunakan hak pilih karena mereka menganggap tidak ada calon pemimpin yang sesuai aspirasi. "Kelompok ini bisa juga kecewa terhadap partainya sehingga mereka memilih untuk tidak menggunakan hak pilih," ujar mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu.

Sebelumnya, pengamat politik Siti Zuhro mengatakan, angka golput diprediksi akan turun menjadi 37 persen pada Pemilihan Umum 2014. Angka golput akan berkurang signifikan jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengoptimalkan sosialisasi pemilu hingga ke pelosok daerah. [O-1]



Sumber : suarapembaruan