Cicip : Lebih Baik Makan Ikan Daripada Daging Sapi


...

Nelayan mengumpulkan hasil tangkapan dari laut berupa ikan tongkol di tempat pelelangan ikan.

Lumajang - Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengkampanyekan ikan sebagai makanan pokok masyarakat. Menurutnya, daripada makan daging sapi yang harganya mahal, lebih baik makan ikan. Alasannya, ikan masih murah harganya dan mengandung banyak protein.

"Selama ini kan yang diributkan selalu daging sapi. Daripada ributin daging sapi lebih baik makan ikan. Ikan kita jadikan makanan pokok," kata Cicip saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Lumajang, Jawa Timur (Jatim), Rabu (31/7).

SBY berada di Lumajang sebagai rangkaian kegiatan Safari Ramadhan yang dimuali Selasa (30/7) dan berakhir Jumat (2/8).
Turut mendampingi Presiden pada kegiatan Safari adalah ibu negara Ani Yudhoyono, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Perdagangan Gita W, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh, Menteri PU Djoko Kirmanto, dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.

Pada kesempatan itu, Presiden sempat meninjau Unit Pengelola Pelabuhan Perikanan Pantai (UPPPP) Desa Puger, Kecamatan Puger, Jember.

Cicip menjelaskan konsumsi ikan lebih tinggi daripada konsumsi daging. Konsumsi ikan mencapai 33 kilogram (kg) per kapita per tahun. Sementara konsumsi daging sapi hanya sampai 3-5 kg per kapita per tahun.

"Daging sapi kurang dari 5 kg per kapita per tahun. Ini yang selama ini diributkan. Ikan 33 kg per kapita per tahun. Sapi adalah daging merah. Ikan protein tinggi, gizi tinggi, punya omega tiga untuk otak, dan sebagainya. Jadi, nutrinya jauh lebih baik daripada daging merah. Kenapa kita musti terlalu memusingkan daging sapi? Kalau bisa kita harus mengkampanyekan ikan sebagai makanan utama," ujar Cicip.

Selain konsumsi tinggi, impor ikan juga rendah. Malah lebih banyak ikan dari Indonesia banyak diekspor. Bandingkan daging sapi yang lebih banyak diimpor.

"Impor daging sapi setengah mati. Kami malah ekspor ikan. Ekspor kami 4 miliar dollar AS. Impor kita cuma Rp 380 juta dollar AS. Jadi kenapa kita musti sibuk-subuk mengenai daging sapi. Okelah memang diperlukan tapi kalau kita bisa mengkampanyekan ikan dengan benar orang bisa berpindah ke ikan," tutur Cicip yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar.

Menurutnya, daging sapi yang hanya konsumsi 3-5 kg per kapita per tahun hanya dibeli oleh kelas menengah ke atas. Sementara ikan dibeli oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Yang ribut itu menengah ke atas. Menengah ke bawah tidak ribut karena bisa makan ikan," tegasnya. 

Sumber : Suara Pembaruan