l Gubernur Kalbar Inginkan Pembangunan Berdasarkan Karakteristik Daerah | Suara Pembaruan

Gubernur Kalbar Inginkan Pembangunan Berdasarkan Karakteristik Daerah
Senin, 18 Februari 2019 | 10:42



[PONTIANAK] Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan, para bupati diminta untuk melaksanakan program pembangunan sesuai dengan karakteristik daerahnya. Hal ini karena masing masing kabupaten dan kota di Kalbar memiliki karakteristik daerah yan berbeda.

Hal itu dikatakan Gubernur Kalbar Sutarmidji seusai melantik Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sanggau Paolus Hadi dan Yohanes Ontot, dan Bupati Kabupaten Kubu Raya Muda Mahendrawan dan Sujiwo, masa jabatan 2019 2024, di Pendopo Gubernur, Minggu ( 17/2).

Sutarmidji mengatakan, Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Kubu Raya memiliki karakteristik yang berbeda, dan faktanya memang demikian. Oleh sebab itu, dalam melaksanakan program program pembangunan harus berdasarkan karateristik masing masing wilayah.

Contohnya Kabupaten Sanggau. secara geograis merupakan Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia (Sarawak Timur). Kondisi ini menjadikan Kabupaten Sanggau memiliki peran yang sangat penting, yaitu menjadi salah satu beranda wajah Indonesia di mata dunia.

Di samping itu, secara geografis Kabupaten Sanggau memiliki nilai strategis. Di antaranya, terletak di tengah-tengah provinsi Kalimantan Barat yang berbatasan dengan 6 (enam) kabupaten yakni Sekadau, Ketapang, Landak, Bengkayang, Kubu Raya dan Sintang, serta dilalui poros lintas trans Kalimantan.

Dengan kondisi ini, seyogyanya menjadi daya ungkit laju pertumbuhan PDRB Kabupaten Sanggau. Oleh sebab itu diperlukan strategi dan arah kebijakan yang lebih fokus. Salah satunya adalah proaktif dalam pembangunan kawasan perbatasan yaitu pertama melalui penyediaan tenaga kerja yang dibutuhkan oleh pasar tenaga kerja. Saat ini angkatan kerja Kabupaten Sanggau terbanyak bekerja di sektor pertanian sebanyak 73,49% dari jumlah penduduk 483.981 jiwa, terkonsentrasi di pedesaan. Dapat dipastikan. bahwa sektor pertanian ini bersifat tradisional, tentunya juga tenaga kerjanya bersifat tradisional.

Sedangkan Kabupaten Kubu Raya yang akan menjadi kabupaten penyangga utama bagi perekonomian Provinsi Kalimantan Barat. Pentingnya mengembangkan potensi unggulan kabupaten, dengan kerja sama antar daerah serta tata kelola kelautan.

Potensi buah-buah lokal, khususnya dari Kubu Raya, hampir semua buah-buahan ada label “punggur” dan label punggur merupakan suatu “jaminan mutu' yang berada di Kabupaten Kubu Raya. Intinya bahwa, punggur adalah suatu “brand” bagi Kabupaten Kubu Raya.

Tinggal bagaimana pemerintah daerah membuat suatu inovasi dalam pengembangan potensi unggulan ini dan bersama pelaku usaha menjadikan komoditas yang benar-benar menjadi sektor daya ungkit ekonomi di Kabupaten Kubu Raya.

Menurut Sutarmidji, Kubu Raya sangat kaya dengan sumber pangan hewani yang berasal dari Iaut. khususnya ikan tangkap dan potensi wisata. Oleh karena itu, dalam melaksanakannkan pembangunan hendaknya megedepankan tata kelola kelautan, yaitu kaidah pengelolaan laut untuk menunjang kehidupan manusia yang lebih baik. [SOS]




Kirim Komentar Anda