l Gubernur Kalbar Minta Bawaslu Jadi Wasit Yang Tegas | Suara Pembaruan

Gubernur Kalbar Minta Bawaslu Jadi Wasit Yang Tegas
Kamis, 14 Maret 2019 | 16:43



[PONTIANAK] Gubernur Kalbar H Sutarmidji mengatakan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memegang peranan penting dalam sukses atau tidaknya serta tingkat kualitas pesta demokrasi pemilu Pilres dan Pileg. Untuk itu diharapkan Bawaslu agar menjadi wasit yang tegas, dan  berpegang pada aturan.
Hal itu dikatakan Gubernur Kalbar H Sutarmidji, saat menghadiri Apel Kesiapan Pengawasan Pemilihan umum di Auditorium Untan, Kamis (14/3).
Sutarmidji mengatakan, aturan penyelenggaraan pesta demokrasi ini sudah jelas semuanya, dan sudah sangat lengkap. Bahkan sudah banyak. Jadi jangan sekali-kali membiarkan satu pelanggaran dianggap bukan pelanggaran. Karena akumulasi dari semua ini akan membuat penegakan aturan menjadi sulit. Karena penegakan aturan di negara ini menjadi sulit, kalau sebuah pelanggaran sudah tidak dianggap lagi sebagai sebuah pelanggaran.

“Akibatnya ketika harus ditegakkan, dikatakan telah terjadi diskriminasi. Hal seperti ini yamg tidak boleh. Oleh sebab itu aturan harus ditegakkan, dan Bawaslu harus bersikap tegas.,” ujar Sutarmidji
Ia mencontohkan, saat ini dan di ruangan ini telah terjadi pelanggaran aturan. Namun dibiarkan karena tidak sesuai pemasangan lambang negara yakni Burung Garuda.  Di mana gambar resmi Presiden atau gambar Wakil Presiden ditempatkan sejajar dan dipasang lebih rendah daripada Lambang Negara. Lambang negara dipasang lebih rendah dari gambar resmi Presiden dan Wakil Presiden. Kalau saya lihat dari sini sih iya, tapi tidak tahu dari belakang. “Ini contoh kecil pelanggaran yang dibiarkan,” ujarnya.
Untuk itu diigatkan bahwa yang menjadi kunci Bawaslu dalam penegakan aturan dalam Pemilu ini harus netral dalam penegakan. Pihaknya meminta Panwaslu harus netral dan tidak boleh jadi pemain.
Ia menambakan, masalah yang terjadi dalam Pesta Demokrasi ini terjadi karena ketidakdewasaan peserta pemilu dalam berpolitik. Untuk itu diharapkan kepada peserta pemilu agar memiliki kedewasaan berpolitik.
Di samping itu pihaknya meminta kepada Bawaslu yang menjadi petugas pelaksana pemilu agar tidak memberikan kesempatan kepada peserta pemilu dalam melakukan hal-hal yang menyimpamg dari aturan. [SOS]




Kirim Komentar Anda