l Ilham Habibie: UMKM Jadi Tantangan di Era Revolusi Industri 4.0 | Suara Pembaruan

Ilham Habibie: UMKM Jadi Tantangan di Era Revolusi Industri 4.0
Kamis, 14 Maret 2019 | 16:11



JAKARTA - Presiden The International Chamber of Commerse (ICC) Indonesia Ilham Akbar Habibie mengatakan, perubahan iklim akan menjadi salah satu instrumen peraturan dalam sistem perdagangan global. Hal ini yang menjadi pembahasan utama pertemuan Asia Pasific CEO Forum Ke-5 baru-baru ini.

Khusus untuk Indonesia, ada instrumen yang lain yang terkait perjanjian perdagangan itu yakni terkait Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menggunakan digital. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia dalam pelaksanaan revolusi industri 4.0.
“Di Indonesia belum bisa semua industri langsung 4.0, harus dilakukan bertahap dan sesuai karakter industri itu sendiri. Sebab, basis terbesar kita adalah UMKM," kata Ilham Habibie dalam keterangan tertulis yang diterima, SP, Kamis (14/3).
Oleh karena itu Ilham mengatakan, revolusi industri 4.0 tidak sepenuhnya harus dipaksakan berlaku di Indonesia. Ia mencontohkan industri rumah tangga yang mengandalkan mekanisasi atau industri 1.0. Demikian juga UKM yang menggunakan listrik atau industri 2.0. Selain itu banyak juga yang menggunakan komputer atau industri 3.0. Sementara yang menggunakan data atau industri 4.0 jumlahnya sangat minim.
"Pelaku usaha kita masih didominasi industri 3.0, 2.0 dan 1.0. Namun, mereka harus melek industri 4.0 juga biar paham dengan perkembangan teknologi. Apalagi banyak UKM yang pemasarannya sudah menggunakan ekonomi digital," ujar Ilham Habibie.
Melihat situasi tersebut, Ilham Habibie mendorong usaha-usaha ekonomi digital untuk bergabung ke ICC, karena jangkauan penjualannya yang makin luas. Pasalnya, organisasi ICC ini tak hanya diikuti bisnis besar, tetapi juga bisnis skala UKM yang ingin melakukan perdagangan global.
ICC ini serupa organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bidang perdagangan. Anggota kami sekitar 100 perusahaan yang didominasi oleh perbankan dan kantor hukum. “Target kami kedepan adalah mengajak bisnis berbasis teknologi dan UKM bergabung di ICC,” kata Ilham Habibie.

Sekretaris ICC John WH Denton AO menambahkan, dalam forum CEO ICC mempertemukan para pemimpin Asia Pasifik untuk membahas masa depan peluang bisnis, investasi, dan perdagangan akan dipengaruhi oleh isu-isu global.
Marie Pangestu mengatakan, perubahan iklim masih menjadi isu dalam perdagangan global karena dampaknya terhadap penduduk miskin. Karena itu, setiap negara diminta untuk menjaga lingkungan agar tidak terjadi kenaikan suhu bumi.
Menurut Marie Pangestu, tak hanya suhu bumi, sampah plastik juga masuk dalam agenda pembahasan karena kondisinya sudah membahayakan, tak hanya di darat tetapi juga di laut. “Harus dibuat peraturan agar urusan sampah ini tidak menjadi kendala di masa depan,” ujar Marie Pangestu. [RS]




Kirim Komentar Anda