Jenazah Korban Mutilasi di Malaysia Dipulangkan ke Tanah Air


...

Almarhum Ujang Nuryanto [Istimewa]

[JAKARTA] Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia, memulangkan dua jenazah korban mutilasi yakni Ujang Nuryanto dan Ai Munawwarah ke tanah air, Rabu (13/3) sore.  Pemulangan kedua jenazah itu menggunakan  penerbangan Malaysian Airlines melalui Bandara Soekarno-Hatta. 

Kedua jenazah pada hari yang sama langsung diserahterimakan kepada keluarga masing-masing di Bandung dan di Pangandaran, Jawa Barat.

"Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan sekaligus menyampaikan  komitmen KBRI untuk mengawal proses hukum  kasus ini di Malaysia," kata pejabat Fungsi Konsuler KBRI Kuala Lumpur yang mengantarkan langsung jenazah Nuryanto dari Kuala Lumpur hingga ke Bandung, Shabda Thian, seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri, Kamis (14/3). 

Sejak awal, Pemerintah Indonesia dan Malaysia memberikan perhatian serius terhadap  pengungkapan kasus pembunuhan keji kedua WNI bernama Nuryanto dan Ai Munawwarah. Pemerintah Indonesia melalui KBRI Kuala Lumpur memberikan dukungan penuh mulai dari proses pencocokan DNA dan sidik jari korban hingga pemulangan kedua jenazah. 

Diperiksa

Sementara itu, Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) telah memeriksa dua WN Pakistan yang diduga ditemui korban terakhir kali sebelum mereka dinyatakan hilang. Kedua orang tersebut diperiksa selama hampir satu bulan, tapi tidak ditemukan indikasi keterlibatan atas kasus tersebut dan telah dilepaskan. 

Selain merujuk kepada keterangan kedua WN Pakistan yang sudah dibebaskan tersebut, PDRM dalam pengungkapan kasus ini  juga merujuk kepada rekaman CCTV dan modus-modus dalam kasus lainnya yang serupa.  

Nuryanto dan Ai Munawwarah  berangkat ke Malaysia pada 17 Januari 2019 dan hilang kontak dengan keluarga sejak 21 Januari 2019. PDRM  berhasil menemukan bagian-bagian tubuh korban di beberapa lokasi yang berbeda  pada 26 Januari 2019.PDRM  memastikan identitas kedua korban tersebut adalah WNI pada 1 Maret 2019 sehingga dapat dilanjutkan untuk proses pemulangan jenazah. 

Sebagai bentuk perlindungan WNI, Pemerintah Indonesia akan memberikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum Malaysia dalam pengungkapan kasus ini. [C-5]



Sumber : suarapembaruan