Jurnalis Papua Kecewa dengan Intimidasi KNPB


...

Aksi demo massa KNPB di Jayapura, Papua [SP/Robert Isidorus Vanwi]

[JAYAPURA] Kekecewaan para jurnalis yang selalu mendapat intimidasi saat demo Komite  Nasional Papua Barat (KNPB) dari tahun 2009-2012 akhirnya mencapai puncaknya.

Dimana saat demo KNPB (20/3) ada 8 jurnalis menjadi korban intimidasi, lemparan batu serta dikejar. Dalam catatan SP dari 2009-2012 hampir 30-an jurnalis diintimidasi KNPB.

Dalam diskusi di Kantin Pos Abepura,Kamis (22/3) siang, organisasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jayapura, PWI dan PWI-Reformasi  hampir 30-an jurnalis mengaku kecewa dengan KNPB.
   
Ketua AJI Viktor Mambor, menilai perbuatan mereka ini sangat tidak terputi. "Harusnya mereka menghargai kerja-kerja jurnalis.  Senada dengan Ketua AJI, Sekertaris PWI Papua, Leo Dapot Siahaan, mengungkapkan, harusnya mereka paham kerja jurnalis dilindungi undang-undang.
   
 
Sedangkan Sekertaris PWI Reformasi, Gusti Rafra menilai KNPB jangan dikasih ruang lagi. "Tak perlu kita liput soal demo kalau nyawa taruhannya. Sejak 2009-2013 mereka seenaknya saja melakukan intimidasi kepada jurnalis. Sesudah itu kata maaf keluar dari mulut mereka Dan itu sudah terjadi sejak 2009,"tegasnya.

Pada kesempatan itu jurnalis yang hadir mengeluarkan  uneg-uneg  dan perilaku KNPB terkuak saat jurnalis meliput.
   
Makian berbau rasis, cacian, dikejar, dilembar batu, digertak semua terkuak dari mulut jurnalis. 

Diskusi yang alot hampir tiga jam akhirnya mengeluarkan seruan  dimana, Organisasi  AJi, PWI dan PWI-Reformasi dan para Jurnalis kecewa dengan sikap kekerasan dan intimidasi yg dilakukan KNPB terhadap Jurnalis yang lakukan liputan dari tahun 2009-2012.

Dua,   AJI, PWI dan PWI-Reformasi dan Jurnalis  meminta kawan-kawan  sesama jurnalis tidak membuat isi dari demo KNPB, namun akses dari demo tersebut. Dan ketiga, keselamatan lebih penting dari segalanya, dari pada meliput demo dengan nyawa taruhannya.
  
Pertemuan organisasi pers dan para jurnalis dimulai pukul 11. 40 WIT dikantin Pos Abepura, diikuti. Ketua AJI Kota Jayapura, Sekertaris PWI dan Sekertaris PWI Reformasi dan 30 orang jurnalis lokal maupun nasional,   dari berbagai  media cetak, radio dan tv.  
   
Direncanakan tiga organisasi, ini akan membuat surat ptotes kepada KNPB. Dan KNPB inilah  pada 18 Desember 2009, merampas dan membanting kamera LSR Canon 30 D milik wartawan SP,  di Lapangan Theys Hiyo Eluat, saat meliput KNPB  demo soal kematian pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kelly Kwalik.  [154]



Sumber : suarapembaruan