ck Anas Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Anas Mangkir dari Pemeriksaan KPK


...

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menjawab sejumlah pertanyaan wartawan setibanya di KPK, Jakarta, Senin (6/5).

[YOUTUBE]http://www.youtube.com/watch?v=IgPAk9a-EQM" frameborder="0" allowfullscreen>

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menjadwalkan pemeriksaan terhadap tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah terkait pengadaan sarana dan prasarana dalam pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Anas Urbaningrum.

"Benar, Rabu (31/7) ini, yang bersangkutan (Anas) diperiksa sebagai tersangka," kata Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, Rabu (31/7).

Tetapi, hingga jam 10.00 WIB, mantan Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Demokrat ini belum terlihat tiba di kantor KPK, Jakarta.

Ketika dikonfirmasi ke kuasa hukumnya, Firman Wijaya, memastikan bahwa kliennya tidak dapat memenuhi panggilan KPK.

"Pak Anas tidak dapat memenuhi panggilan karena sedang berhalangan," kata Firman ketika dihubungi, Rabu (31/7).

Hanya saja, Firman enggan menjelaskan lebih lanjut perihal definisi berhalangan yang dimaksudkannya. Dia hanya mengatakan bahwa Anas tidak dalam kondisi sakit.

Seperti diketahui, ini adalah kali pertama KPK memanggil Anas untuk diperiksa sebagai tersangka.

Anas ditetapkan sebagai tersangka pada awal tahun 2013. Terhadap Anas disangkakan menerima pemberian hadiah atau janji terkait proyek Hambalang dan proyek-proyek lainnya.

Kemudian, belakangan KPK menduga Anas menerima hadiah dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) tahun 2008 yang telah menjerat istri mantan bendahara umum Demokrat M Nazaruddin, Neneng Sri Wahyuni.

Dugaan tersebut dikemukakan oleh Ketua KPK, Abraham Samad. Bahkan, dikatakan bahwa ada dugaan Anas juga menerima hadiah dari proyek di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) dan banyak proyek lainnya.

"Iya salah satunya (PLTS). Banyak lagi. Ada juga (Diknas)," kata Abraham Samad beberapa waktu lalu.

Hanya saja, dengan dalih masih didalami, Abraham enggan menjelaskan lebih lanjut perihal dugaan penerimaan hadiah oleh Anas dari dua proyek tersebut atau proyek-proyek lainnya.

"Tetapi, ini belum bisa kita nyatakan sebagai yang kongkrit karena kita masih, sedang, terus melakukan pendalaman," ujar Abraham.

Berdasarkan informasi, Anas memang diduga tidak hanya menerima hadiah dari proyek hambalang saja. Mengingat, Anas diduga terkait dengan Anugrah Grup atau Permai Grup yang mengerjakan banyak proyek-proyek di pemerintahan.

Nazaruddin berulang kali menegaskan bahwa Permai Grup adalah milik Anas. Sebab, sahamnya di grup tersebut telah dijual kepada Anas.

Terkait proyek PLTS tahun 2008 di Kemnakertrans, PT Anugrah Nusantara meminjam bendera PT Alfindo Nusantara untuk mengerjakan proyek. Sehingga, menguntungkan PT Anugrah Nusantara Rp 2,7 miliar.

Demikian juga, dalam proyek pengadaan laboratorium di 16 perguruan tinggi negeri, perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam permai grup berusaha mendapatkan pengerjaan proyek tersebut.

Walaupun, menurut keterangan Mindo Rosalina Manullang (manager marketing PT Anugrah Nusantara), perusahaan yang tergabung dalam permai grup akhirnya hanya mengerjaan lima proyek dari 16 proyek yang ada.

Sumber : Suara Pembaruan