Kasus Pembunuhan Kim Jong-nam, Malaysia Tolak Bebaskan Doan Thi Huong


...

Terdakwa pembunuh Kim Jong-nam, Doan Thi Huong [Istimewa]

[PUTRAJAYA] Pihak berwenang Malaysia menolak permintaan pembatalan kasus pembunuhan Doan Thi Huong. Perempuan warga Vietnam tersebut dituduh membunuh Kim Jong-nam yakni saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Seperti dilaporkan BBC, Jumat (15/3), penolakan tersebut disampaikan beberapa hari setelah Siti Aisyah—warga negara Indonesia yang juga didakwa untuk kasus yang sama—dibebaskan.

Baik Siti maupun Huong berkeras mereka tidak bersalah. Huong mengatakan bahwa dia ditipu untuk ikut serta dan percaya bahwa dia adalah bagian dari acara lelucon di televisi.

Namun, berbeda dengan Siti Aisyah yang dibebaskan, pengadilan memutuskan bahwa persidangannya akan dilanjutkan.

Huong, yang tiba di pengadilan dengan rompi antipeluru dan jilbab merah, telah menjalani proses pengadilan selama satu setengah tahun.

Hakim ketua memutuskan bahwa kasus itu akan berlanjut, tetapi menunda sampai 1 April karena terdakwa "secara fisik dan mental" tidak cukup baik untuk melanjutkan proses persidangan.

Hukuman Mati

Perempuan berusia 30 tahun ini menghadapi hukuman mati jika terbukti bersalah.

"Hanya Tuhan yang tahu bahwa kami tidak melakukan pembunuhan. Saya ingin keluarga saya berdoa untuk saya," ujar Huong seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Pengacara Huong mengatakan kliennya tidak bisa tidur sejak pembebasan Siti Aisyah, yang langsung kembali ke Jakarta pada hari dia dibebaskan.

Sementara itu, pemerintah Vietnam mengatakan pihaknya kecewa dengan hasil sidang.

"Kami menyesalkan fakta bahwa pengadilan Malaysia tidak segera membebaskan Doan Thi Huong," kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Vietnam, Pham Binh Minh, meminta Malaysia untuk "memastikan pengadilan yang adil bagi Huong dan membebaskannya".

Menteri Kehakiman Vietnam juga telah menulis surat kepada jaksa agung Malaysia untuk meminta pembebasannya.[BBC/U-5]



Sumber : suarapembaruan