Perdana, Pemeriksaan Anas Sebagai Tersangka


...

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menjawab sejumlah pertanyaan wartawan setibanya di KPK, Jakarta, Senin (6/5).

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kali pertama memeriksa Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah terkait proyek pembangunan pusat pendidikan dan pelatihan olahraga Hambalang, Jawa Barat sebagai tersangka.

"Benar, kami jadwalkan pemeriksaan AU sebagai tersangka," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha di kantor KPK, Rabu (31/7).

Sebelumnya, Anas sudah pernah menjalani pemeriksaan di KPK. Namun kapasitasnya saat itu bukanlah sebagai tersangka melainkan saksi untuk tersangka Hambalang lainnya.

Dalam kasus gratifikasi ini, KPK tak hanya mencari penerimaan oleh Anas berupa mobil Harrier. Namun juga penerimaan lainnya yang berkenaan dengan Kongres Partai Demokrat di Bandung tahun 2010 silam.

KPK mulai memanggil saksi-saksi terkait Kongres Partai Demokrat di Bandung tahun 2010 silam. Sejumlah manager hotel di Bandung dimintai keterangan soal penyelenggaraan kongres. Ketua Panitia Kongres, Didik Mukrianto juga sudah dipanggil KPK dan mengakui dicecar penyidik soal kongres.

Para petinggi Partai Demokrat diperiksa oleh KPK terkait kasus Anas. Sebelumnya ada Saan Mustopa Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Eva Ompita staf sekretarist Fraksi Partai Demokrat.

Terkait pemeriksaan terhadap sejumlah pihak hotel, diduga dilakukan KPK guna menelusuri gratifikasi lainnya yang diterima Anas. Pemeriksaan diduga berkaitan dengan bagi-bagi uang untuk pemenangan Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam Kongres di Bandung tahun 2010 lalu. Salah satu hotel tersebut merupakan lokasi menginap peserta kongres.

Hotel Aston, aku mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin sebagai lokasi pengantaran uang sebanyak US$5 juta dan Rp35 miliar dari Jakarta. Uang dalam mobil boks itu dibawa ke Hotel Aston untuk dibagikan kepada peserta Kongres.

KPK menetapkan Anas Urbaningrum sebagai tersangka kaspenerimaan hadiah atau janji terkait proses perencanaan pelaksnaan pembangunan sport center hambalang dan atau proyek-proyek lainnya.

Anas ditetapkan menjadi tersangka dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR 2009-2014.

KPK menyangkakan Anas melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b dan atau pasal 11 Undang-Undang No.31/1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.