Mesir Makin Kacau, Banyak Negara Evakuasi Warganya


...

Ribuan demonstrans Mesir duduk di bawah sorot lampu lalu lintas di Tahrir Square dalam aksi unjuk rasa pada Minggu (30/1). Mereka mendesak Presiden Hosni Mubarak segera turun. (Foto: AFP/Khaled Desouki)

[WASHINGTON] Negara-negara di seluruh dunia mengingatkan warganya untuk tidak mengunjungi Mesir menyusul aksi unjuk rasa yang diwarnai kekerasan terjadi di negeri itu. Bahkan sejumlah negara mulai mengevakuasi warga negaranya pada Minggu (30/1) dan Senin (31/1) ini dari negeri itu.

Amerika Serikat (AS) dan Irak mengatakan, mereka mulai mengevakuasi warga negaranya. Sementara Turki, India, Yunani, Kanada, dan Arab Saudi berencana mengirimkan pesawatnya untuk mengungsikan warga mereka dari negeri Firaun itu.

Sedangkan Prancis, Tiongkok, Australia, Argentina da negara Nordik mengingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Mesir tetapi belum berencana untuk mengungsikan secara penuh warga mereka yang sedang berada di Mesir.

“Warga Amerika Serikat di Mesir harus siap meningalkan negara itu sesegera mungkin,” kata Asisten Menteri Luar Negeri Janice Jacobs kepada wartawan dalam konferensi pers melalui telepon.

AS berencana mulai mengevakuasi warganya pada Senin (31/1) ini sambil pemerintah siap mencarter pesawat untuk mengangkut mereka. Atena, Istambul dan  Nicosia sudah diidentifikasi sebagai tempat yang aman. Dia tidak tahu berapa jumlah warga AS di Mesir.

Irak mengatakan, mereka akan menyediakan pesawat-pesawat khusus untuk mengevakuasi warganya dari Mesir dan Turki menyediakan lima pesawat untuk mengevakuasi warga mereka di Mesir yang saat ini terdaftar berjumlah 750 orang.

Saudi Arabia menyediakan 33 pesawat antara Sabtu dan Senin ini untuk mengangkut warga mereka dari Mesir. Sedangkan India mengirim sebuah pesawat penumpang ke Kairo untuk mengevakuasi warga India, seperti juga yang dilakukan negara bekas Uni Soviet, Azerbaijan karena salah satu satu staf kedutaan besarnya tewas tertembus timah panas aparat keamanan yang hendak menhentikan aksi unjuk rasa.

Pemerintah Kanada melalui Menteri Luar Negerinya, Lawrence Cannon, Minggu (30/1) meminta warganya untuk segera meninggakan Mesir. Ottawa berencana mencarter pesawat untuk mengangkut warga mereka dari Mesir dan menempatkannya di sejumlah titik aman di Eropa. Upaya penyelematan itu rencananya dimulai pada Senin (31/1) ini.

Pemerintah Inggris menghimbau warganya untuk menghindari kota-kota yang diramaikan dengan aksi unjuk rasa di Mesir, tetapi operator-operator biro perjalanan menekankan tidak perlu menarik para wisatawan dari tempat-tempat wisata seperti Laut Merah.

Kantor Kementerian Luar Negeri meminta warganya untuk tidak bepergian ke Kairo, Alexandria, Suez dan Luxor. Warga negara Inggris di Mesir berjumlah 30.000 orang. [AFP/A-21]



Sumber : suarapembaruan