Properti Indonesia Tak Dilirik Investor Asing


...

Ilustrasi: properti

Aturan kepemilikan properti bagi warga asing belum dibuka sehingga properti Indonesia belum dijadikan sasaran investasi

Properti Indonesia belum dilirik orang-orang kaya di dunia untuk dijadikan investasi. Hal itu dikarenakan peraturan mengenai kepemilikan properti asing di Indonesia belum dibuka.
 
"Aturan kepemilikan properti bagi warga asing belum dibuka sehingga properti Indonesia belum dijadikan sasaran investasi," ujar Senior Research Manager Knight Frank Indonesia Hasan Pamudji di Jakarta, hari ini.
 
Berdasarkan laporan The Wealth Report 2012 yang dirilis lembaga konsultan ini menyebutkan bahwa investor atau orang-orang superkaya beraset di atas US$25 juta lebih memilih kota London dan New York  sebagai sasaran investasi properti.
 
"Kualitas hidup, pengaruh tingkat pengetahuan dan aktivitas ekonomi menjadi faktor utama bagi orang superkaya dunia dalam berinvestasi di  properti," tambah Hasan.
 
Di samping itu, papar dia, berbagai kendala terbatasnya infrastruktur dan adanya banyak pajak yang diambil dari pembelian properti di Indonesia cukup tinggi. "Sedangkan di negara lain, pajak tidak terlalu besar," katanya.
 
Oleh karena itu, dia mengusulkan agar pemerintah bisa membuka aturan kepemilikan properti asing. Apabila itu dibuka, Jakarta dan Bali bisa  menjadi bagian dari global city.
 
Saat ini posisi Jakarta dan Bali berada di posisi 60 dan 61 di dunia dengan harga properti masih terbilang murah. "Rata-rata harganya berkisar Rp22-26 juta per meter persegi," kata Hasan.