MUI Dukung Pelaku Kumpul Kebo Dipidanakan


...

Ilustrasi pasangan kumpul kebo [kompas]

[JAKARTA] Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta Samsul Maarif mendukung usulan dalam RUU KUHP agar pelaku "kumpul kebo" dipidanakan.

"MUI jelas sangat mendukung adanya usulan tersebut. Tidak hanya sekedar Islam, agama mana pun tidak memperbolehkan adanya perzinahan," ujar Samsul di Jakarta, Jumat.

MUI, jelas dia, sebagai kumpulan ulama menganggap bahwa perbuatan "kumpul kebo" sebagai perzinahan karena tidak ada perkawinan.

"Meskipun pasangan tersebut mengatakan suka sama suka," tukas dia.

Dalam pandangan Islam, lanjut dia, menjaga keturunan adalah sebagai kewajiban, sedangkan "kumpul kebo" tidak jelas siapa keturunannya.

Dalam hukum Islam perbuatan perzinahan dikategorikan dalam dosa besar.

"Kalau yang melakukan perzinahan sudah menikah maka hukumannya dirajam, sedangkan yang belum menikah didera," tukas dia.

Adanya usulan tersebut juga dapat menjaga moral bangsa.

KUHP yang masih berlaku di Indonesia saat ini tidak mengkriminalisasi "kumpul kebo" karena berasal dari Belanda.

Belanda tidak memidana pasangan "kumpul kebo" tercermin dalam KUHP yang berlaku saat ini. KUHP itu dibuat pada 1830 dan dibawa ke Indonesia pada 1872. KUHP tersebut berlaku hingga sekarang.

Dalam Rancangan KUHP pasal 485 menyebutkan setiap orang yang melakukan hidup bersama sebagai suami istri di luar perkawinan yang sah, dipidana penjara paling lama 1 tahun atau pidana paling banyak Rp 30 juta .

Hukuman ini bersifat alternatif yaitu hakim dapat memilih apakah dipidana atau didenda.[Ant/L-9]



Sumber : suarapembaruan